Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Jika Dahi Terhijab saat Sujud

Salah satu rukun dalam salat adalah sujud. Ada bebarapa hal yang musti kita perhatikan dengan baik ketika melaksanakan sujud. Diantaranya adalah anggota tujuh yang harus merapat (mubasyarah) ke lantai (tidak boleh menggantung). Salah satu dari anggota tujuh adalah dahi.

Ada pembahasan spesifik menyangkut masalah dahi, yang apabila tidak kita perhatikan dengan baik dapat menyebabkan batalnya shalat. Pada saat melaksanakan sujud, bahagian dahi harus menyentuh tempat sujud, walaupun tidak semua bahagian dahi disyaratkan harus menyentuh tempat sujud.

Apabila seseorang meletakkan dahinya di atas kain yang bersambung dengan dirinya, maka terdapat dua tafsilan hukum. Pertama, jika kain tersebut bergerak dengan sebab bergeraknya mushalli (orang shalat), maka tidak boleh. Semisal sapu tangan atau ridak yang di letakkan di atas bahu. Otomatis ketika mushalli (orang shalat) bergerak, maka sapu tangan atau ridak tersebut pasti bergerak. Jika seseorang tahu hukumnya maka dapat membatalkan shalat, adapun jika tidak tahu, maka harus mengulang sujudnya (jika ada orang yang memperingatkannya dalam shalatnya). Kedua, jika tidak demikian, seperti seseorang shalat memakai jubah yang sangat panjang sehingga bagian bawahnya tidak bergerak ketika ia bergerak dan ketika sujud meletakkan dahinya di atas jubah tersebut, maka tidak mengapa karena ketika itu jubah tersebut dianggap sama seperti sesuatu yang terpisah darinya.

Referensi:
1. Mughny al-muhtaj, juz.1, hal. 371 (dar kutub al-‘ilmiyyah)
(وَ) شَرْعًا (أَقَلُّهُ مُبَاشَرَةُ بَعْضِ جَبْهَتِهِ مُصَلَّاهُ) أَيْ مَا يُصَلِّي عَلَيْهِ مِنْ أَرْضٍ أَوْ غَيْرِهَا لِخَبَرِ «إذَا سَجَدْتَ فَمَكِّنْ جَبْهَتَكَ وَلَا تَنْقِرْ نَقْرًا» رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ فِي صَحِيحِهِ، وَلِخَبَرِ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ «شَكَوْنَا إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - حَرَّ الرَّمْضَاءِ فِي جِبَاهِنَا وَأَكُفِّنَا فَلَمْ يُشْكِنَا: أَيْ لَمْ يُزِلْ شَكْوَانَا» رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ بِسَنَدٍ صَحِيحٍ، وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ بِغَيْرِ جِبَاهِنَا وَأَكُفِّنَا، فَلَوْ لَمْ تَجِبْ مُبَاشَرَةُ الْمُصَلِّي بِالْجَبْهَةِ لَأَرْشَدَهُمْ إلَى سَتْرِهَا



2. Mughny al-muhtaj, juz.1, hal. 372 (dar kutub al-‘ilmiyyah)
(فَإِنْ سَجَدَ عَلَى مُتَّصِلٍ بِهِ) كَطَرَفِ كُمِّهِ الطَّوِيلِ أَوْ عِمَامَتِهِ (جَازَ إنْ لَمْ يَتَحَرَّكْ بِحَرَكَتِهِ) لِأَنَّهُ فِي حُكْمِ الْمُنْفَصِلِ عَنْهُ، إنْ تَحَرَّكَ بِحَرَكَتِهِ فِي قِيَامٍ أَوْ قُعُودٍ أَوْ غَيْرِهِمَا كَمِنْدِيلٍ عَلَى عَاتِقِهِ لَمْ يَجُزْ، فَإِنْ كَانَ مُتَعَمِّدًا عَالِمًا بَطَلَتْ صَلَاتُهُ أَوْ نَاسِيًا أَوْ جَاهِلًا لَمْ تَبْطُلْ وَأَعَادَ السُّجُودَ

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Jika Dahi Terhijab saat Sujud