Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Kelebihan Hari Tasyriq

Hari tasyriq adalah hari ke 11 hingga 14 bulan Zulhijjah. Tasyriq secara bahasa berarti menjadikan daging sebagai dendeng. Dinamakan hari tasyriq karena banyaknya daging qurban pada hari-hari tersebut sehingga dahulu banyak yang mengawetkannya dengan menjadikannya sebagai dendeng. Pendapat lain mengatakan dinamakan tasyriq karena terangnya sinar matahari pada hari tersebut diambil dari kata tasyriq yang bermakna bersinar.

Hari tasyriq juga merupakan hari yang mulia dalam agama. Hari tasyriq merupakan hari yang Allah maksud dalam al-quran dengan firmanNya dalam surat al-Baqarah ayat 203:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Artinya; dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang (Q.S. al-Baqarah 203)

Dalam satu riwayat yang lain;
أيام منى أيام أكل و شرب و ذكر الله عز و جل
Artinya; Hari Mina adalah hari makan-makan, minum-minum dan mengingat Allah (riwayat beberapa sunan)

Dalam hadits ini Rasulullah menyebutkan hari tasyriq dengan sebutan hari Mina, karena pada hari tersebut para jamaah haji sedang berada di Mina.

Dalam hadits riwayat yang lain;
لا تصوموا هذه الأيام فإنها أيام أكل وشرب وذكر الله عز وجل
Artinya; Jangan kamu berpuasa pada beberapa hari ini, karena beberapa hari ini adalah hari makan minum dan berzikir kepada Allah azza wa jalla.

dalam riwayat yang lainوالصلاة أيام أكل وشرب ; hari makan, minum dan shalat.

Pada hari tasyriq diharamkan untuk berpuasa. Rasulullah mengatakan bahwa hari Tasyriq adalah hari makan dan mimun, karena pada beberapa hari ini Allah mensyariatkan penyembelihan qurban sehingga akan berlimpahnya daging-daging qurban bagi kaum muslimin.

Selanjutnya Rasulullah menyifati hari Tasyriq ini dengan hari berzikir kepada Allah. Hal ini menunjuki bahwa tujuan mengkonsumsi daging qurban adalah supaya jasad umat Islam sehat sehingga mampu berzikir kepada Allah. Berzikir di hari tasyriq merupakan sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah yang telah memberikan melimpahnya daging qurban pada hari tasyriq. Maka ini merupakan nikmat Allah yang besar yang patut di syukuri. Mensyukuri nikmat Allah hanyalah dengan beribadat kepadanya, dengan berzikir mengingat diriNya, melaksanakan perintahNya dan menjauhi larangannya. Dengan demikian insya Allah kita masuk dalam golongan hambaNya yang bersyukur.
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya; Dan jika kamu bersyukur sungguh akan kami tambahkan (Q.S. Ibrahm 7)

Adapun bila nikmat Allah ini kita balas dengan cara kita durhaka padanya dan kita melakukan maksiat padaNya, tidak melaksanakan perintahNya maka yang sangat kita takutkan adalah kita masuk dalam golongan orang-orang dalam ayat Allah:
وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya; dan jika kamu kufur (terhadap nikmat) sungguhnya azabku sangat pedih (Q.S. Ibrahm 7)

Dan berarti juga kita telah mempergunakan nikmat Allah berkan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah. Ini merupakan bentuk kufur nikmat yang Allah nacam dengan azab yg pedih.
Salah satu hal yang disunatkan dalam hari tasyriq adalah bertakbir. Pada hari tasyriq disunatkan untuk bertakbir muqayyad yaitu takbir setelah setiap kali shalat.

Pada hari tasyriq, dengan adanya quran dan berzikir kepada Allah, maka lengkaplah nikmat yang Allah berikan; nikmat jasmani dengan hidangan daging qurban dan nikmat rohani dengan berzikir kepada Allah. Berzikir kepada Allah pada hari tasyriq tersebut merupakan bentuk syukur kepada Allah. Adanya taufiq untuk mau mensyukuri nikmat Allah juga merupakan satu nikmat yang wajib disyukuri juga.

Disebutkan dalam sebuah syair Arab;

إذا كان شكري نعمة الله نعمة ... علي له في مثلها يجب الشكر
فكيف بلوغ الشكر إلا بفضله ... وإن طالت الأيام واتصل العمر


Artinya;
Jika syukurku terhadap nikmat Allah adalah juga nikmat atasku
Wajib pada seumpanya untuk disyukuri juga
Maka tidak akan sampai mensyukuri kecuali hanya dengan karuniaNya
Walaupun berlalu hari-hari dan berlanjutlah umur.


Sumber;
Lathaif Ma’arif Ibn Rajab al-Hanbali, hal 500, Maktabah Ibnu Katsir, dll

Hukum Memberikan Daging Qurban Kepada Non Muslim

Daging QurbanBerqurban merupakan hal yang sangat dianjurkan pada hari raya idul adha. Karena berqurban merupakan sebuah ibadah yang mengandung faedah yang sangat besar. Diantaranya adalah bisa menjadi penghalang dari api neraka sebagaimana yang telah kami posting sebelumnya pada artikel yang berjudulFadhilah Atau Keutamaan Berqurban”.

Berbicara tentang Berqurban tentunya tidak terlepas dari tiga hal; orang yang berqurban, hewan yang diqurbankan dan penerima qurban. Pada postingan kali ini, kita akan membahas sedikit tentang status penerima qurban, siapa sajakah orang yang berhak menerimanya.

Baik, dalam kitab Hasyiah i’anatut thalibin, juz. 2, hal. 379 (darul fikri), imam Abu bakar utsman bin muhammad syata al-dimyathi menjelaskan bahwa penerima qurban haruslah orang islam;
ويشترط فيهم أن يكونوا من المسلمين. أما غيرهم فلا يجوز إعطاؤهم منها شيئا

Artinya: “Dan disyaratkan pada mereka (penerima qurban) bahwa adalah mereka dari orang-orang Islam. Adapun selain mereka maka tidak boleh memberikan kepada mereka dari kurban sedikitpun”

Begitupula dalam kitab Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj, juz. 8, hal. 141 (darul fikri), Imam Ahmad bin Hamzah Syihabuddin Ramli menjelaskan hal serupa, bahkan beliau menambahkan sedikit penjelasan bahwa sunnah hukumnya memakan sedikit (kadar tiga suap) daging qurban miliknya sendiri. Sebaliknya jika qurbannya untuk orang lain atau orang yang berqurban itu murtad maka ia tidak boleh memakan hewan qurbannya sendiri:
وَخَرَجَ بِمَا مَرَّ مَا لَوْ ضَحَّى عَنْ غَيْرِهِ أَوْ ارْتَدَّ فَلَا يَجُوزُ لَهُ الْأَكْلُ مِنْهَا كَمَا لَا يَجُوزُ إطْعَامُ كَافِرٍ مِنْهَا مُطْلَقًا ،

Artinya: dan keluar daripada penjelasan yang telah lalu (boleh memakan sedikit daging qurban untuk pemilik qurban) yaitu jikalau seseorang menyembelih qurban untuk orang lain atau orang yang menyembelih qurban tersebut murtad, maka tidak boleh baginya memakan daging qurban itu sebagaimana tidak boleh memberi makan orang kafir dengan daging qurban tersebut secara mutlak.

وَيُؤْخَذُ مِنْ ذَلِكَ امْتِنَاعُ إعْطَاءِ الْفَقِيرِ وَالْمُهْدَى إلَيْهِ مِنْهَا شَيْئًا لِلْكَافِرِ ، إذْ الْقَصْدُ مِنْهَا إرْفَاقُ الْمُسْلِمِينَ بِالْأَكْلِ لِأَنَّهَا ضِيَافَةُ اللَّهِ لَهُمْ فَلَمْ يَجُزْ لَهُمْ تَمْكِينُ غَيْرِهِمْ مِنْهُ

Artinya: “dan difahamkan dari hal tersebut yaitu tidak boleh bagi orang yang fakir dan orang yang mendapat hadiah qurban memberikan qurbannya kepada orang kafir. Karena tujuan dari qurban adalah membantu kaum muslimin dengan memberi makan. Karena qurban itu adalah jamuan Allah bagi mereka, maka tidak boleh bagi mereka memberikannya kepada orang lain”

Menghidupkan Malam Hari Raya

Hari Raya
Sebenarnya malam hari raya bukanlah malam untuk bergembira dengan kembang api atau mercon atau sekadar jalan-jalan sebagaimana banyak dilakukan masyarakat saat ini. Malam hari raya sebenarnya juga merupakan malam yang baik untuk beribadah dan bermunajah kepada Allah. Malam dua hari raya (malam idul fitri dan malam idul adha) merupakan malam mustajabah doa.

Disunatkan menghidupkan dua malam hari raya (malam idul fitri dan malam idul adha)

Banyak hadits-hadits Rasulullah yang menganjurkan untuk menghidupkan kedua malam hari raya;
Rasulullah SAW bersabda :
من أحيا ليلتي العيدين أحيا الله قلبه يوم تموت القلوب
Artinya; Siapa yang menghidupkan malam dua hari raya, akan Allah hidupkan hatinya pada hari mati segala hati (H.R. Ibnu Majah No. 1782)

Ungkapan Rasulullah SAW “dihidupkan hati” merupakan kiasan dari keselamatan di hari akhirat di mana pada hari akhirat banyak hati yang binasa yang diungkapkan oleh Rasulullah dengan matinya hati.

Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda:

من أحيا الليالي الأربع وجبت له الجنة؛ ليلة التروية، وليلة عرفة، وليلة النحر، وليلة الفطر

Artinya; Siapa yang menghidupkan empat malam, niscaya wajib baginya mendapatkan syurga; yaitu malam tarwiyah, malam Arafah, malam nahar (hari raya idul Adha) dan malam hari raya idul fithri (H.R. Dailami no. 5937)

Imam al-Hifni mengatakan bahwa menghidupkan malam minimalnya adalah melaksanakan shalat Isya secara berjamaah dan bercita-cita shalat subuh juga secara berjamaah, tetapi yang dimaksudkan disni adalah menghidupkan sebagian besar malam dengan beribadah memperbanyak shalat atau berzikir untuk mendapatkan fadhilah tersebut (wajib surga baginya).

Khalifah ‘Umar bin Abdul Aziz pernah mengirim surat kepada pegawai beliau di Bashrah yang berisi:

عليك بأربع ليال من السنة فإن الله يفرغ فيهن الرحمة إفراغا أول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان وليلة الفطر وليلة الأضحى

“Lazimkanlah empat malam dalam setahun karena sesungguhnya Allah memenuhi padanya dengan rahmat Nya, yaitu awal malam dari Rajab, malam nishfu Sya’ban, malam ‘idul-fithri, malam ‘idul-adha”.

Selain itu malam hari raya juga merupakan malam yang mustajabah doa. Imam Syafi'i juga meriwayatkan hadits Rasulullah :

بلغنا أنه كان يقال إن الدعاء يستجاب في خمس ليال في ليلة الجمعة وليلة الأضحى وليلة الفطر وأول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان

Artinya; “Telah sampai riwayat kepada kami bahwa dikatakan do`a dikabulkan pada lima malam, yaitu pada malam Jum`at, malam hari raya adha, malam hari raya fithri, awal malam bulan Rajab dan malam nishfu Sya`ban”.

Amalan di Siang hari Raya

Imam al-Wana`i dalam risalahnya mengatakan “bahwa siapa saja yang beristighfar pada hari raya setelah shalat shubuh seratus kali, maka tidak akan tinggal dalam buku catatannya sedikitpun dari dosa kecuali akan dihapus dari buku catatannya dan di hari kiamat kelak ia akan aman dari azab Allah. dan barang siapa membaca :
سبحان الله وبحمده
sebanyak seratus kali dan dilanjutkan dengan menghadiahkan pahalanya kepada semua penghuni kubur, maka semua orang yang meninggal di akhirat kelak akan mendoakannya; Ya Rahim, kasihanilah hambamu ini, dan jadikan pahalanya sebagai surga baginya”.

Dalam satu hadits yang lain Rasulullah bersabda:
زيّنوا العيدين بالتهليل والتقديس، والتحميد والتكبير
Artinya; hiasilah kedua hari raya dengan tahlil, menyucikan Allah, tahmid dan takbir (H.R. ad-Dailami no. 3332)

Imam az-Zuhri berkata:

من قال في كل واحد من العيدين: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يُحيي ويُميت، وهو حيّ لا يموت، بيده الخير وهو على كل شيء قدير (أربعمائة مرة) قبل صلاة العيد زوّجه الله تعالى أربعمائة حوراء، وكأنما أعتق أربعمائة رقبة، ووكل الله تعالى به الملائكة يبنون له المدائن، ويغرسون له الأشجار إلى يوم القيامة

Artinya:
Siapa yang berkata pada setiap malam kedua hari raya;
لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يُحيي ويُميت، وهو حيّ لا يموت، بيده الخير وهو على كل شيء قدير
sebanyak seratus kali sebelum shalat hari raya, niscaya akan Allah nikahkannya dengan empat ratus bidadari dan seolah-olah ia telah memerdekakan empat ratus budak dan akan Allah wakilkan baginya para malaikat yang akan membangun baginya kota-kota dan menanamkan pohon-pohon hingga hari kiamat.

Imam az-Zuhri berkata: tidak pernah saya meninggalkan mengamalkannya semenjak saya mendengarnya dari Saidina Anas bin Malik. Beliau berkata; tidak pernah saya meninggalkannya semenjak mendengarnya dari Rasulullah SAW.

Mengucapkan Selamat Hari Raya (Tahniah)

Salah satu amalan baik yang dianjurkan dalam hari raya adalah tahniah (mengucap selamat) hari raya. Imam al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani pernah ditanyakan tentang landasan hukum tahniah ini. Jawaban tersebut beliau tuangkan dalam sebuah risalah singkat tentang tahniah pada hari raya dan hari lainnya. Kitab tersebut bisa di download di SINI.

tahniah pada hari rayaKesimpulan dari jawaban Ibnu Hajar adalah hukum tahniah hari raya adalah sunat dan memang merupakan satu hal yang dianjurkan oleh syara’. Hal ini berdasarkan beberapa hadits Rasulullah SAW tentang anjuran mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum bagi sesama. Walaupun hadits-hadits ini dhaif namun al-Hafidh Ibnu Hajar mengatakan bahwa kumpulan hadits-hadits tersebut masih bisa dijadikan sebagai hujjah dalam hal-hal ini (fadhilah a’mal).

al-Hafidh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa kesunnahan tahniah juga masuk dalam keumuman perintah sujud syukur dan sebagaimana kisah taubatnya Ka’ab bin Malik, salah satu shahabat Rasulullah SAW yang diceritakan dalam shahihain. Ketika mendengar berita dari Rasulullah SAW bahwa taubat Ka’ab telah Allah terima, shahabat Rasulullah, Thalhah bin Ubaidillah langsung berdiri dan mengucapkan selamat.

Kami segenap pengurus Lajnah Bahtsul Masail LBM Mesjid Raya, Samalanga, Bireun, Aceh, mengucapkan ;

Selamat Hari Raya Idhul Adha, Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir batin.

Tulisan ini di rangkum dari kitab karangan Syeikh Abdul Hamid Qudus, Kanzu an-Najah wa Surur fi Ad'iyah al-Ma`tsur allati tasyrah ash-Shudhur  Cet. I (Damaskus, Dar Sanabil, 2009), hal 266- 284. Kitab ini bisa di download pada postingan kami sebelumnya. Format PDF dan Format box 

Fadhilah Puasa Hari Arafah

Puasa Hari ArafahHari arafah adalah hari dimana para jama’ah haji berkumpul di padang arafah untuk melaksanakan ibadah wukuf. Bagi ummat islam yang tidak melaksanakan ibadah haji sangat di anjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa pada hari tersebut.
Hal ini dikarenakan besarnya fadhilah atau keutamaan yang diberikan Allah kepada orang yang berpuasa pada hari arafah. Bahkan fadhilah yang terkandung dalam puasa arafah lebih besar bila dibandingkan dengan puasa asyura.
Sebagaimana dijelaskan oleh imam al-nawawy dalam kitab beliau majmu’ syarah al-muhazzab, juz. 6, hal. 379, cet. Darul fikri;
ويستحب لغير الحاج ان يصوم يوم عرفة لما روى أبو قتادة قال " قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صوم عاشوراء كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين سنة قبلها ماضية وسنة بعدها مستقبلة "

Artinya: dan disunnahkan bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji untuk berpuasa pada hari arafah. Karena landasan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda:”puasa asyura menjadi penebus dosa setahun, dan puasa hari arafah menjadi penebus dosa dua tahun, tahun yang telah lewat dan tahun yang akan datang”.

Adapun bagi orang yang melakukan ibadah haji, maka tidak disunnahkan, salah satu alasannya adalah karena pada hari tersebut disunnahkan untuk memperbanyak berdo’a, sementara berpuasa akan menyebabkan kita lemah. Sebagaimana tercantum dalam kitab majmu’ syarah al-muhazzab, juz. 6, hal. 379, cet. Darul fikri;
ولا يستحب ذلك للحاج لما روت ام الفضل بنت الحارث " ان اناسا اختلفوا عندها في يوم عرفة في رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال بعضهم هو صائم وقال بعضهم ليس بصائم فارسلت إليه بقدح من لبن وهو واقف علي بعيره بعرفة فشرب " ولان الدعاء في هذا اليوم يعظم ثوابه والصوم يضعفه فكان الفطر افضل

Artinya: dan tidak disunnahkan demikian (puasa hari arafah) bagi orang yang melaksanakan ibadah haji. Karena hadits yang diriwayatkan dari Ummu al-Fadhl binti Harits:”sesungguhnya manusia berbeda pendapat pada hari arafah tentang Rasulullah. Sebahagian mereka berkata bahwa Rasul berpuasa, dan sebahagian yang lain mengatakan Rasul tidak berpuasa. Maka aku mengirimkan semangkuk susu kepada Rasulullah, saat itu beliau berada di atas unta beliau di padang arafah, kemudian Rasul meminumnya”. Dan karena bahwa sesungguhnya berdo’a pada hari ini (arafah) dapat melipat gandakan fahala, sementara berpuasa menyebabkannya lemah (sehingga tidak sanggup berdo’a). Maka tidak bepuasa (hukumnya) lebih afdhal.

Dalil lain yang menjelaskan kelebihan berpuasa pada hari arafah adalah hadits riwayat imam Ahmad;
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

artinya: Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa dan lain sebagainya. Abdullah Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
عبد الله بن عباس - رضي الله عنهما - قال : قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- : «ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر، فقالوا : يا رسول الله ، ولا الجهاد ؟ قال : ولا الجهاد ، إلا رجل خرج يخاطر بنفسه وماله ، فلم يرجع بشيء»

Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas RA, beliau berkata:” Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar mempertaruhkan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid”. (HR Bukhari)

Dalil Naqli Sifat 20

Deskripsi Masalah :

Golongan sesat WAHABI selalu mengatakan kesalah Tauhid Asyairah ( Tauhid siafat 20 ), Tauhid sifat 20 mereka katakan bid’ah karena tidak ada masa Nabi Muhammad SAW.

Pertanyaan : Apakah benar Tauhid sifat 20 yang dicetus lalu dirangkum dalam kitab oleh Imam Asy’ri adalah bid’ah ?


Jawaban : Tidak benar, terlihat jelas bahwa dalil sifat 20 tertera dalam Mukjizat terbesar Rasulullah SAW yaitu Al-Quran.

1 . Wujud

Dalilnya :
ان ربكم الله  الذى خلق السموات والارض        
Artinya: sesungguhnya Tuhan  kalian adalah Allah yang yang menciptakan langit dan bumi(Q.S.Al- A’raf : 54)

2. Qidam

Dalilnya :

هو الاول والاخر والظاهر والباطن وهو بكل شيئعليم (الحديد 3)
Artinya :Dialah yang pertama dan yang akhir dan yang zahir dan yang batin , dan Ia maha mengetahui dengan segala sesuatu (Q.S Al-Hadid  3)

3. Baqa

Dalilnya :
كلّ شيئ هالك الاّ وجهه (القصاص : 88)
Artinya : Setiap sesuatu itu akan binasa kecuali Za tNYa (Q.S Al-Qishas : 88)

4. Mukhalafatuhu li Al-Hawadits

Dalilnya :

ليس كمثله شيئ وهو السميع البصير (الشورى 11)
Artinya :Tidak ada satu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang maha mendengar dan maha melihat  (Q.S Asy-Syura 11)

5. Qiyamuhu bi Nafsihi

Dalilnya :

فإِنّ اللّه غنيّ عن العالمين
           Artinya : Sesungguh Allah SWT terkaya dari sekalian Alam. ( Q.S Ali Imran : 97 )
6. Wahdaniyah
Dalilnya :
قل هو الله أحد
Artinya : Katakanlah wahai Muhammad, Allah itu satu(Q.S Al-Ikhlas : 1 )
7. Qudrah
Dalilnya :
إِنّ اللّه على كل شيْء قدير
Artinya : Sesungguh Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu ( Q.S Al-Baqarah : 20 )
8. Iradah
Dalilnya :
       اذا أراد شئا أن يقول له كن فيكون (يس :82)  

Artinya: Apabila mengiradah Ia (Allah) akan sesuatu, Bahwa Ia berkata Jadi maka jadi ia (Q.S Yasin :82)

9. Ilmu
Dalilnya :
والله عليم حكيم

Artinya : Dan Allah Maha mengetahui dan Maha bijaksana.( Q.S An-Nisa : 26 )

10. Hayah

Dalilnya :

الله لااله الا هو الحي القيوم (البقرة : 255)
Artinya :Allah tiada Tuhan selainNya yang Maha hidup dan Maha kekal (Q.S Al-baqarah : 255)
11. Sama’

12. Bashar

Dalilnya :

انه هو السميع البصير (بنى اسرائيل :1)
Artinya :Sesungguhnya Allah Maha melihat lagi Maha mendengar ( Q.S Bani Israil : 1)

13 . Kalam

Dalilnya :

وكلم الله موسى تكليما

Artinya : Sungguh telah berkalam oleh Allah SWT dengan Nabi Musa AS. )Q.S An-Nisa : 164 )

14. Qadirun

15. Muridun

16. Alimun

17. Hayyun

18. Sami’un

19. Bashirun

20. Mutakallimun

Dalil no 14-20 itu sama dengan dalil no 7-13.




Fadhilah atau Keutamaan Berqurban

Fadhilah atau Keutamaan Berqurban


Alhamdulillah Allah subhanahu wa ta’ala masih memberikan kesempatan kepada kita semua sehingga kita masih bisa menyambut datangnya hari yang sangat bersejarah, yakni hari raya idul adha, 10 dzulhijjah 1436H, bertepatan dengan 24 september 2015. Dimana pada zaman dahulu bertepatan dengan hari tersebut terjadi beberapa peristiwa besar, diantaranya adalah kisah ketaatan nabi ibrahim kepada Allah sehingga beliau rela dan ikhlas ingin menyembelih anaknya yang sangat ia cintai, anak yang sudah sangat lama beliau nanti-nantikan kehadirannya, yaitu nabi ismail. Sehingga kejadian tersebut menjadi cikal bakal disyari’atkannya qurban kepada ummat islam di seluruh dunia.


Faidah yang ada pada Fa sebagai Huruf ataf/حرف العاطف


 Sebagai huruf ataf ( عطف ) fa digunakan untuk meng’atafkan mufrad dengan mufrad dan jumlah dengan jumlah. Secara umum, fa ’ataf mempunyai 2 makna, yaitu :

Dowload Kitab Tazkirah Sami' wa al-Mutakallim fi Adab al-'Alim wa al-Muta'allim

تذكرة السامع والمتكلم فى اداب العالم والمتعلم
Adab dalam menuntut ilmu merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian besar bagi para pelajar demi barakahnya ilmu yang akan di dapat. Maka, banyak karya para ulama yang menerangkan berbagai etika dan adab dalam belajar mengajar, baik yang disebutkan dalam kitab-kitab tasawuf yang menerangkan adab-adab secara umum maupun kitab yang khusus ditulis untuk menerangkan adab-adab bagi para pelajar. Salah satu kitab yang populer di pesantren di Nusantara yang menerangkan hal ini adalah kitab Ta'limul muta'allim karangan Syeikh Zarnuji, seorang ulama bermazhab Hanafi. Kitab ini dikaji di seluruh pesantren di Indonesia. Selain kitab Ta'lim muta'allim, kitab lain yang menerangkan topik ini adalah Kitab Tazkirah Sami' wa al-Mutakallim fi Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, karangan Syaikhul Islam Qadhi Badaruddin Muhammad bin Ibrahim Ibnu Jamaah al-Kinani asy-Syafii (639 H-733 H). Kitab ini sangat bagus untuk dibaca dalam penanaman adab pelajar. Kitab ini terdiri dari lima Bab;
Bab pertama; tentang kelebihan ilmu, ulama dan kelebihan belajar dan mengajar.
Bab ke dua; Adab orang berilmu terhadap dirinya sendiri
Bab ke tiga; Adab pelajar (muta'allim)
Bab ke empat; Adab bersama kitab-kitab
Bab ke lima; Adab menetap di madrasah

Dalam cetakan Dar Bashair Islamiyah, yang di tahqiq oleh Muhammad bin Mahdi al-'Ajmi, pentahqiq menambahkan pada bagian akhirnya tiga tambahan;

  1. Adab menulis hadits dan perawi hadits yang dikutip dari kitab al-Manhal al-Rawi karangan Ibnu Jama'ah juga.
  2. Qashidah Abi Hasan al-Jurjani
  3. Beberapa gambar madrasah tempat mengajarnya Ibnu Jamaah tempoe dulu.


Bagi yang berminat dengan file pdf kitab ini, silahkan di download langsung di SINI, atau silahkan ke Archive

7 (tujuh) Manfaat Diam

Islam mengajarkan agar setiap orang untuk tidak banyak bicara dan seandainya berbicara, hanya berbicara tentang perihal yang benar dan baik-baik saja. Diam sepertinya satu hal yang sederhana, namun untuk merealisasikannya tidak mudah. Sikap tenang dan mengamati lalu berbicara menurut kadar yang cukup sering kali menjadi kunci sukses dari keadaan seseorang terhadap suatu keadaan yang terjadi dan berlangsung disekitarnya, dan tentunya berbicaira yang bermanfaat dan pada tempatnya adalah mutiara.

Berkata sebahagian para ulama, bahwasanya pada diam itu ada tujuh ribU kebaikan, dan tujuh ribu kebaikan itu terkumpul pada tujuh kalimat, pada tiap-tiap dari tujuh kalimat ini mengandung seribu kebaikan.


 أولها أن الصمت عبادة غير أولها أن الصمت راحة غير عناء

Pertama:
Merupakan Ibadah tanpa harus kerja keras atau berusaha.
 والثاني زينة من غير حلي
Kedua:
Merupakan hiasan diri tanpa perhiasan
 والثالث هيبة من غير سلطان
Ketiga:
Wibawa tanpa kekuasaan
 والرابع حصن من غير حافظ
Keempat:
Benteng tanpa dinding (selalu terkawal tanpa perlu pengawal atau penjaga )
 والخامس استغناء عن الاعتذار إلى الناس
Kelima:
Tidak perlu meminta maaf kepada siapapun yang disebabkan oleh perkataan
 والسادس إراحة الكرام الكاتبين
Keenam:
Malaikat pencatat amal menjadi rehat dan tidak lelah
 والسابع ستر لعيوبه
Ketujuh:
Penutup keburukan dan sisi-sisi kejahiliyahan dan kekurangan diri

Diam adalah ciri khas dari orang berilmu, dengan diam, kita mendapatkan kekuatan hebat untuk berfikir secara mendalam tentang apa yang terjadi di sekeliling, serta dapat konsentrasi dengan penuh tentang rasionalitas suatu jawaban.

Diam adalah kesempatan untuk menilai kehidupan, diam adalah kesempatan untuk istirahat, diam adalah kesempatan untuk istirahat, diam adalah kekuatan yang besar, dengan diam kita telah menguasai orang-orang yang ada di hadapan kita melalui pandangan. Diam bisa menjadi solusi paling jitu dalam menghadapi berbagai problema rumah tangga ringan yang bertumpuk-tumpuk. Di saat-saat genting, diam dapat melahirkan sikap dihormati, sebaliknya, perlawanan dan perdebatan dapat melahirkan sikap semakin menjauh dan dendam. Dengan diam, kita telah menghancurkan berbagai senjata musuh. Diam telah menjadi guru yang baik agar kita belajar menjadi pendengar yang baik, di mana banyak orang telah kehilangan sifat ini. Keselamatan manusia terletak pada bagaimana dia menjaga lidahnya. Demikianlah 7 manfaat dari diam yang kami kutib dari kitab “Muraqi Ubudiyyah” karangan Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jaawi. Wallahua’lam.

Keistimewaan Kota Madinah


1.Dajjal tidak bisa masuk Madinah. Disebutkan dalam kitab shahihain dari hadis Anas. Rasulullah SAW bersabda:
ان الدجال لا يطأ مكة ولا المدينة, و انه يجئ حتى ينزل فى ناحية المدينة فترجف ثلاث رجفات, فيخرج اليه كل كافر ومنافق
Dajjal tidak menginjak tanah Mekkah dan Madinah, Dia datang hingga turun dalam kawasan Madinah lalu goncang tiga kali. Kemudian semua kafir dan orang munafik menghadap dajjal.

2. Diriwayat dari imam Malik, beliau tidak mau menaiki kijang di Madinah, kemudian ada yang bertanya: "kenapa tuan tidak berkendaraan di sini. Saya tidak berani berkendaraan di tempat yang Rasulullah sendiri berjalan kaki dan beliau tidak meninggikan suara dalam mesjid Rasulullah seraya berkata:" menghormati rasulullah sama saja, baik saat beliau masih hidup dan sudah wafat.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak terhapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. (QS. Al-Hujurat:2)"

3. Disunatkan mandi memasuk Madinah.

4. Penyakit Ta’un tidak merambah ke Madinah. Dalam shahihain dari hadis abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم على انقاب المدينة ملائكة لايدخلها الطاعون ولا الدجال
Bersabda Rasulullah SAW: "di penghujung Madinah ada para malaikat,  Ta’un dan Dajjal tidak akan masu."

5. Disunatkan berpuasa di Madinah dan bersedekah kepada penduduknya.
Didalam sebuah hadis disebutkan: "Ramadhan di Madinah lebih baik dari pada seribu kali ramadhan diluar Madinah"

Sumber : Sayid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani, al-zakhair al-Muhammadiyyah (Hai’ah As Safwah), hal.84-85.

Hukum Wanita Ikut MTQ dan Zikir Berjamaah

Deskripsi
Haura adalah perempuan yang sering sekali ikut lomba MTQ, dari dulu saat masih anak-anak dan sampai sekarang sudah beranjak remaja,Haura pernah mendengar kalau suara perempuan adalah aurat. Hal ini sangat membuat hati haurarisau,  takut kalau bisa jadi fitnah.

Pertanyaan
Bagaimana sebenarnya hukum wanita ikut Musabaqah Tilawatil Quran atau ikut zikir berjamaah misalnya, seperti yang tengah di galakkan belakangan ini?

Jawaban.
Hukum bagi wanita yang ikut MTQ, membacakan Al Quran dengan ada penonton yang halal menikah dengannya adalah tidak di Haramkan, namun di Makruhkan. Hukum yang sama juga berlaku bagi Zikir wanita secara berjamaah. Karena menurut pendapat yang kuat suara wanita bukanlah Aurat, maka semata-mata mendengar suara wanita hukumnya tidak haram. Atas dasar pendapat ini maka wanita tidaklah haram memperdengarkan suaranya kepada laki-laki asing, hanya saja Makruh. Dan bila dikhawatirkan terjadi fitnah, maka Haram hukumnya. Sedangkan maksud dari dikhawatirkan terjadinya fitnah adalah jika ia memperdengarkan suaranya, maka akan terjadi maksiat darinya atau orang yang mendengar suaranya, seperti timbul syahwat dari orang yang mendengarnya, khalwat dan sejenisnya. Bila hal ini dikhawatirkan terjadi, maka wajib bagi perempuan tersebut untuk mengecilkan suaranya. Wallahua’lam.

Tuhfahtul muhtaj hal 208 juz 2 :

4 Mutiara Hikmah Syarah Ayyuhal Walad


Dari Ibrahim: " aku telah banyak bergaul dengan kebanyakan Aulia Allah di salah satu gunung Libanon, mereka memberi wasiat pada kami, yaitu: "jika kalian pulang kepada anak dunia (manusia) maka berikan mereka empat perkara. Katakan pada mereka :
  1.  Siapa yang banyak makan, niscaya dia tidak akan mendapatkan kelezatan dalam ibadah.
  2. Siapa yang banyak tidur, niscaya dia tidak akan mendapatkan keberkahan pada umurnya.
  3. Siapa yang tidak rela meninggalkan keridhaan manusia, niscaya dia tidak akan mendapat keridhaan Allah Swt
  4. Siapa yang banyak berbicara hal-hal yang tidak berfaidah dan sia-sia maka dia tidak akan keluar dari dunia dengan Agama Islam."
Empat perkara akan membawa seseorang kepada Maqam Muqarrabin (dekat dengan Allah) walaupun sedikit ilmu dan amalannya :
  1. Lemah lembut (kasih sayang dan pemaaf).
  2. Dermawan (memberi walau tidak diminta).
  3. Baik akhlak.
  4. Tawadu’ (merendahkan diri)
Tasawwuf {التصوف} terdapat empat huruf :
  1.  ت taubat dari dosa.
  2.  ص sabar terhadap bala dan cobaan.
  3.  و menunaikan janji sebagai mestinya.
  4.  ف melepaskan diri dari makhluk.
4 waktu yang harus dipunyai seseorang dalam kesehariannya :
  1.  Waktu untuk bermunajah (mengadu kepada Allah).
  2. Waktu untuk bermuhasabah (intropeksi diri ).
  3. Waktu untuk duduk dengan ulama, menolongnya dan mengambil nasehat darinya (menuntut ilmu)
  4. Waktu untuk menyendiri dan bertafakkur tentang kelezatan dan nikmat pada sesuatu yang halal (dibolehkan) dan indah karunia Allah. Wallahua’lam.

 Sumber : Kitab Syarah Ayyuhal Walad Halaman 81, 91, 114.


Muhallil Isem Nakirah Sebagai Mubtada

Satu isem yang mau dii’rabkan kepada mubtada harus makrifah, tidak boleh nakirah. Alasannya? Karena Mubtada adalah musnad ilaih, hukum asal dari musnad ilaih adalah makrifah. Alasan kenapa harus makrifah adalah karena musnad ilaih adalah tempat diisnadkan hukum, hukum tidak boleh diisnadkan kepada yang majhul, karena itulah mubtada harus makrifah, karena makrifah maklum tidak majhul. Hukum mubtada harus makrifah tidak selalu baku, pada beberapa tempat Mubtada boleh tanpa makrifah tapi boleh nakirah dengan syarat harus punya Muhallil (yang membolehkan isem nakirah dii’rab Mubtada). Adapun muhallil yang membolehkan isem nakirah sebagai Mubtada adalah sebagai berikut:

1. Terdahulu khabar atas nakirah dan khabar tersebut adalah dharaf atau jar majrur.
Ex:
في الدار رجل- وعند زيد نمرة

2. Didahului oleh nafi.
Ex:
ما خِلُّ لَنَا

3. Didahului oleh istifham.
Ex:
هَلْ فَتَى فِيكُم

4. Jatuh sebagai wasaf.
Ex:
رَجُلٌ مِنَ اْلكِرَامِ عِنْدَنَا

5. Jatuh sebagai ‘amil.
Ex:
رُغْبةٌ فِي الخَيْرِ خَيْرٌ

6. Jatuh sebagai Mudhaf.
Ex:
عملُ بِرٍّ يَزِيْنُ

7. Jatuh sebagai syarat.
Ex:
مَنْ يَقُمْ اَقُمْ مَعَهُ

8. Jatuh sebagai jawab pertanyaan.
Ex:
أَنْ يُقالَ مَنْ عِنْدَكَ فَتَقُوْلُ رَجُلٌ

9. Nakirah tersebut lafadh yang umum.
Ex:
كُلٌّ يَمُوْتُ

10. Nakirah tersebut dikasad kepada ( تنويعية, تفصيل, تقسيم ), maksudnya jatuh pada maqam tersebut .
Ex:
فأمّا حقوق الادميين فثلاثة أضرب, ضرب لايقبل فيه الا شاهدان ذكران وضرب يقبل فيه شاهدان او رجل وامرأتان الخ

11. Jatuh sebagai doa.
Ex:
سلامٌ عَلى آل محمد

12. Nakirah pada makna ta’ajjub.
Ex:
ما احسن زيد

13. Nakirah yang ditashghirkan.
Ex:
رُجَيْلٌ عندنا

14. Nakirah sebagai penganti dari mausuf.
Ex:
مؤمنٌ خيرٌ من كافرٍ

15. Nakirah pada makna yang dihasarkan.
Ex:
شيء جاء بك اي ما جاء بك الا شيء

16. Jatuh sebelum nakirah و hal.
Ex:
سرينا ونجمٌ قد اضاء فمذْ بدا

17. Nakirah ma’tuf atas ma’rifah.
Ex:
زيد ورجل قائمان

18. Nakirah ma’tuf atas wasaf.
Ex:
تميمي ورجل في الدار

19. Diatafkan mausuf atas nakirah.
Ex:
رجل وامرأة طويلة في الدر

20. Nakirah tersebut mubham
Ex:
امرئ القيس مرسعة بين أرساغه به عسم يبتغى أرنبا

21. Nakirah jatuh sesudah لولا.
Ex:
لولا اصطبار لأودى كل ذي مقة

22. Nakirah jatuh sesudah ف jazak (fa jawab)
Ex:
ان ذهب عير فعير في الرهط

23. Nakirah yang dimasuki lam ibtida`.
Ex:
لرجل قائم

24. Nakirah sesudah كم khabariyyah.
Ex:
كم عمة لك يا جرير وخالة

(Ibnu ‘Aqil hal 24)

Amalan Untuk Melihat Baginda Saw (Sayid Muhammad 'Alawy)

Umat Islam akhir zaman yang waras pikiran tentu akan merindukan seorang pejuang tanah pasir yang bertitel Habibullah, yang berpangkat Rasulullah. Beliau adalah khatimun nabiyiiin bernama Muhammad Saw yang pada masa sekarang telah berpindah ke alam barzah sehingga umatnya tidak bisa lagi berjumpa dengannya, karena sudah berlainan alam yaitu alam dunia dan barzah, kecuali dengan sering-sering membaca shalawat Ma’surat. Sebagaimana diungkapkan oleh Syaikhul Islam al-Ghazali. Beliau menukil dalam kitab Ihya ulumuddin dari salah satu Ulama yang ‘arifillah: Barang siapa yang Istiqamah membaca shalawat dibawah ini sehari semalam sebanyak lima ratus kali, ia takkan mati sebelum bertemu Nabi Saw dalam keadaan terjaga. berikut Shalawatnya :

الهم صل على سيدنا محمد عبدك ونبيك ورسولك النبى الأمى وعلى آله وصحبه وسلم

Dan beliau menukil dalam kitab Bustanul Fuqaraak bahwa warid dari Nabi Saw: "barang siapa yang bershalawat atasku pada hari jum’at sebanyak seribu kali yakni shalawat :

الهم صل على سيدنا الأمى وعلى آله وصحبه محمد النبى وسلم

maka dia akan melihat tuhannya pada waktu malam atau nabinya atau tempat tinggalnya dalam surga. Jika tidak terlihat, maka hendaklah dia berbuat yang demikian dalam dua jum’at atau tiga atau hingga lima kali jum’at."

Tersebut dalam kitab al-Ghaniyah karang Abdul Qadir al-Jailani sebuah hadis dari a’kraj, beliau meriwayat dari Abi Hurairah ra, bersabda Nabi Saw: " barang siapa shalat dua rakaat pada malam jum’at, dalam setiap rakaat membaca al-Fatihah dan ayat kursi satu kali dan lima belas kali قل هو الله أحد kemudian pada akhir shalat bershalawat seribu kali, berikut shalawatnya:

الهم صل على سيدنا محمد النبى الأمى

Maka ia akan  melihat-ku dalam mimpi sebelum datang jum’at yang lain. Dan barang siapa yang melihatku maka dia akan masuk surga dan diampuni segala dosanya yang telah lewat dan yang akan menyusul.". Wallahua'lam. Bemoga bermanfaat.


Referensi: Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani, al-Zakhairul Muhammadiyyah, (Haiah Safwah), hal.128-129.



‘idul Asbu’, 'idul Adha dan 'Idul Fitri di Dunia (Part 1)

Kelebihan Hari Jumat

Umat islam punya Dua hari lebaran, yaitu hari lebaran di dunia dan akhirat, Hari lebaran umat islam di dunia terbagi lagi kepada tiga hari, yaitu Satu hari yang berulang-ulang dalam seminggu dan dua hari lagi hanya ada sekali dalam setahun. Adapun hari lebaran umat islam yang berulang-ulang dalam seminggu adalah hari Jumat. Hari jumat adalah hari kemenangan dan penyempurnaan bagi oarng yang mengerjakan shalat lima waktu dalam seminggu tersebut. hal ini terjadi karena Allah Swt mewajibkan shalat lima waktu sehari dan semalam dalam tujuh hari tujuh malam, di saat perputaran hari tersebut telah sampai kepada bilangan tujuh, maka Allah menyempurnakannya dengan hari jumat. Kenapa disempurnakan dengan hari jumat? Karena hari jumat adalah hari kesempurnaan bagi makhluk ciptaan Allah, pada hari tersebut Allah menciptakan Nabi Adam, memasukkannya ke surga dan bahkan pada hari jumat pula Allah mengeluarkan nabi Adam dari surga. Hari jumat juga merupakan hari datangnya kiamat dan hari umat islam berkumpul untuk mendengar nasihat, berzikir bahkan untuk shalat jumat. Karena itulah Allah memilih hari jumat sebagai hari lebaran bagi umat islam dalam seminggu, karena itulah pula Allah Melarang untuk berpuasa hanya pada hari jumat tanpa bersambung dengan hari lain. Dalam satu riwayat juga disebutkan kalau hari shalat jumat merupakan haji bagi orang miskin.

Sa’id Bin Musayyab pernah mengatakan:” menghadiri sjalat jumat lebih aku sukai dari haji yang sunat. Bersegera pergi shalat jumat sama pahalanya seperti memberikan hadiah, orang yang paling duluan mengahdiri jumat sama seperti memberi hadiah Unta, kemudian kerbau, dan berturut-turut kambing, ayam dan terakhir telur. Orang yang yang mengahadiri jumat akan terhapus dari dosa hingga jumat yang akan datang dengan catatan tidak melakukan dosa besar. Seperti haji yang mabrur akan membersihkan segala dosa pada tahun tersebut hingga haji yang akan datang.

Dalam satu riwayat disebutkan:’’apabila selamatlah hari jumat, maka selamatlah hari-hari yang lain”. Dalam hadis lain juga disebutkan kalau pada hari jumat Allah akan mengampuni dosa hambanya yang islam. Dalam hadis sahih juga disebutkan, kalau nabi Saw, pernah bersabda:” matahari tidak akan pernah terbit dan terbenam pada hari yang lebih baik dari hari jumat”. Nabi saw juga pernah bersabda :” Di sisi Allah, hari jumat lebih baik dari hari idul fitri dan idul adha”.

Inilah Hari jumat, hari ‘idul Asbu’ bagi orang-orang yang menyempurnakan shalat lima waktu. Shalat lima waktu merupakan rukun islam terbaik sesudah dua kalimah syahadat. Karena demianlah, sangat dianjurkan untuk memperbnayak amlan apa saja pada hari jumat, karena kelebihan dan berlipat gandanya pahala. Wallahua’lam.


Al Imam Al hafidh Zainuddin Abi Faraj, Abdurrahman Bin Ahmad Bin Rajab Al Hanbali Ad-Damsyiq, Lataiful Ma’arif, Hal 480-481.



Hukum Memberi Salam Kepada Lawan Jenis

Deskripsi masalah :

Dalam agama islam kita dianjurkan memberi salam untuk sesama muslim, namun terkadang masalah muncul di saat salam itu diucapkan kepada lawan jenis, apakah itu masih dianjurkan atau tidak.

Pertanyaan :

1. Apa hukumnya Perempuan Tua yang tidak dirindukan lagi memberi salam kepada Ajnabi ?
2. Apa hukumnya Perempuan Tua yang tidak dirindukan lagi menjawab salam Ajnabi ?
3. Apa hukumnya Perempuan belum Tua (Muda) memberi salam kepada Ajnabi ?
4. Apa hukumnya Perempuan belum Tua menjawab salam Ajnabi ?
5. Apa hukumnya Ajnabi memberi salam kepada Perempuan yang belum Tua ?
6. Apa hukumnya Ajnabi menjawab salam Perempuan yang belum Tua ?

Jawaban :

1. Perempuan Tua sunat memberi salam kepada Ajnabi.
2. Perempuan Tua wajib menjawab salam Ajnabi.
3. Perempuan belum Tua haram memberi salam kepada Ajnabi
4. Perempuan belum Tua haram menjawab salam Ajnabi
5. Ajnabi  makruh memberi salam kepada Perempuan yang belum Tua
6. Ajnabi  makruh menjawab salam Perempuan yang belum Tua.

Note :
  1. Perempuan Tua  adalah Perempuan yang sudah berumur dan tidak dirindukan/disukai/     menimbulkan syahwat.
  2. Perempuan yang belum Tua adalah Perempuan yang masih muda atau sudah agak berumur, tetapi masih dirindukan/masih disukai/menimbulkan syahwat.
  3. Ajnabi adalah Laki-laki asing yang bukan Mahram Perempuan Tua/Belum Tua, baik laki-laki tersebut sudah Tua atau Belum.

Tuhfah Jilid 9 hal 260 Cet Dar Al-Fikr
Kitab I'anah Jilid 4 hal 185 Haramain

Makna Hasanah (حسنة) Dalam Doa

Pada postingan kemarin, kami sudah membahas makna dari 'Afiyah (العافية), kali ini kami akan kembali makna dari salah satu kata-kata yang sering kita ucapkan dalam doa, yaitu Hasanah (حسنة). Masih mengutip dari kitab Ayyuhal Walad pada halaman yang sama, Sebagaimana ‘afiyah yang punya 10 makna di dunia dan akhirat, Hasanah juga punya 10 makna di dunia dan akhirat. Dalam doa :

اللهم ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار


5 makna hasanah di dunia, yaitu :
  1. Ilmu agama.
  2. Amal shalih.
  3. Makanan yang halal.
  4. Istri yang shalihah.
  5. Tempat untuk ditinggali.
خمس فى الدنيا : علم الدين و العمل الصالح و أكل الحلال و الزوجة الصالحة و المسكنة الذي يسكن فيه


5 perkara yang ada di akhirat, yaitu :
  1. Diterima taat.
  2. Diampuni segala keburukan.
  3. Mendapat keridhaan musuh.
  4. Terlepas dari Api neraka.
  5. Masuk surga. Wallahua'lam.
خمس فى الاخرة : قبول الطاعات و غفران السيئات و ارضاء الخصوم و نجاة من النيران و دجول الجنة


Makna 'Afiyah (العافية) Dalam Doa



Dalam Berdoa, kita sering meminta 'Afiyah/kemaafan(العافية) di dunia dan akhirat, namun apakah kita tahu apa makna dari kata-kata tersebut? Dalam kitab Ayyuhal Walad, satu kitab karangan Imam Ghazali yang disyarah oleh orang yang tidak dikenal, pada halaman 133 disebutkan bahawa ada seseorang yang merawikan sebuah hadis dari nabi, bahwa pada kata-kata ‘Afiyah terdapat 10 makna, 5 di dunia dan 5 lagi di akhirat. Saat kita meminta ‘Afiyah dari Allah Swt, berarti kita telah Meminta ke-10 perkara tersebut. berikut rinciannya:

5 perkara yang ada di dunia:
  1. Ilmu
  2. Ibadah
  3. Rezeki halal
  4. Sabar atas kesusahan
  5. Syukur pada nikmat
5 perkara yang ada di akhirat:
  1. Didatangi oleh malaikat maut dengan penuh kelembutan dan rahmat.
  2. Tidak menakuti oleh Munkar dan Nangkir di dalam kubur.
  3. Mendapat kemanan pada hari kiamat.
  4. Terhapus segala keburukan, Diterima amalan kabaikan, melewati siratal mustaqim seperti kilat menyambar.
  5. Masuk surga dengan selamat.Wallahua'lam.

Jenis-jenis Air yang Bisa Digunakan Untuk Bersuci

Bersuci merupakan salah satu syarat sah nya ibadah shalat. Seseorang yang ingin melaksanakan
shalat, terlebih dahulu harus menyucikan diri, pakaian serta tempat baik dari hadats maupun najis. Oleh karena demikian masalah bersuci ini harus betul-betul diperhatikan, karena jika salah dalam bersuci maka ditakutkan ibadah shalatnya tidak sah. Salah satu alat yang bisa dipakai untuk bersuci dan yang paling afdhal adalah air.

Di bawah ini akan kami jelaskan sedikit tentang jenis-jenis air yang bisa digunakan untuk bersuci. Air yang bisa digunakan untuk bersuci ada tujuh macam;

1. Air hujan
2. Air laut
3. Air sungai
4. Air sumur
5. Air mata air
6. Air salju, dan
7. Air embun

Referensi;
Fathul qarib, Muhammad bin Qasim bin Muhammad, juz. 1, hal. 24 (Dar Ibnu Hazm)
ولما كان الماء آلةً للطهارة استطرد المصنفُ لأنواع المياه، فقال: (المياهُ التي يجوز) أي يصحُّ (التطهير بها سبعُ مِياه: ماءُ السماءِ) أي النازل منها، وهو المطر(وماء البحر) أي الملح، (وماءُ النهر) أي الحلو (وماء البئر، وماء العين، وماء الثلج، وماء البرد). ويجمع هذه السبعة قولك: ما نزل من السماء أو نبع من الأرض على أي صفة كان من أصل الخِلْقَة.



Beberapa Fakta Menarik tentang Iblis yang Belum Anda Ketahui!!

Pada Postingan Kali ini masih seputar pembahasan tentang iblis, tepatnya pembasan tentang beberapa
fakta yang berhubungan dengan Iblis, Berikut Rinciannya:
  1. Rumah Setan/ iblis adalah kamar mandi. Karena demikian, tidak boleh berlama-lama dikamar mandi, karena dapat menimbulkan was-was dan fitnah.
  2. Majelis tempat perkumpulan iblis adalah pasar dan sepanjang jalan. Karena pasar adalah tempat jual beli yang tidak sedikit dipenuhi oleh tipuan sehingga menghilangkan keberkahan, Seperti yang pernah dikatakan oleh rasulullah bahwa pasar adalah seburuk-buruk tempat. Begitu juga dengan jalan.
  3. Makanan iblis adalah makanan yang di saat mau dikonsumsi tidak disebutkan nama Allah (Basmallah). Karena Iblis akan ikut makan dengan orang yang tidak membaca Basmallah pada saat hendak makan.
  4. Minuman Kesukaan Iblis adalah segala minuman yang memabukkan. Karena minuman memabukkan bisa menghilangkan akal dan mneraskan hati. Dan karena itulah Islam mengharamkannya.
  5. Orang-orang yang menyeru atau memanggil iblis adalah orang yang meniup seruling. Karena meniup seruling selain bisa melalaikan juga akan mengeraskan hati.
  6. Qur’an iblis adalah syair. Maksud syair disini adalah syair yang melalaikan dan tidak bermanfaat sama sekali dan mengeraskan hati, berefek kepada malas atau berat untuk beribadah.
  7. Kitab iblis adalah Tato, Karena itulah tato diharamkan dalam Islam, alasan diharamkan karena orang yang bertato dianggap kufur nikmat, karena merubah ciptaan. alasan kedua karena ada hadis rasulullah Saw, yaitu: ““Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan, wanita yang mentato dan yang meminta ditatokan.” (HR. Bukhari no. 5933).
  8. Hadis iblis adalah perkataan dusta, karena itulah Iblis sangat menyukai orang yang berdusta.
  9. Tipu daya iblis yang paling besar adalah perempuan. Karena sebagaimana yang telah Rasulullah katakan kalau salah satu fitnah yang paling besar yang pernah ada di dunia ini dan akan tetap ada sampai kiamat adalah Wanita.
Itulah Beberapa Fakta tentang Iblis. Semoga tidak satupun dari fakta-fakta tersebut terdapat pada kita, karena jika ada? maka sungguh kita termasuk kepada golongan-golongan yang merugi di dunia dan akhirat. Karena kelak di akhirat kita akan menemaninya. Semoga bermanfaat. Wallahua’alam.

Sumber:
Kitab Sirajut Thalibin
Juz I hal.286

15 Golongan Yang Ditakuti dan Dimusuhi Iblis Laknatullah

Pada kesempatan sebelumnya kami sudah pernah membahas siapa saja yang merupakan teman sejati dari iblis, pada kesempatan kali ini kami akan melanjutkan pembahasan tentang siapa atau golongan mana saja yang sangat ditakuti dan dimusuhi oleh iblis, berikut rinciannya:

  1. Nabi Muhammad Saw dan sahabat-sahabat beliau.
  2. Iman yang adil.
  3. Orang kaya yang tawadhu’.
  4. Pedagang yang jujur.
  5. Orang alim yang khusyu’
  6. Orang yang war’a.
  7. Orang yang membawa Al-Qur’an dan selalu membacanya.
  8. Orang yang bangun tengah malam untuk beribadah sedangkan manusia lain terlelat dalam    tidurnya.
  9. Mukmin yang dermawan.
  10. Mukmin yang berakhlak mulia.
  11. Mukmin yang bermanfaat bagi mukmin lainnya.
  12. Mukmin yang saling menasehati dan memperingatkan sesama mukmin lainnya.
  13. Mukmin yang hatinya dipenuhi dengan kasih sayang.
  14. Mukmin yang selalu menjaga diri dalam keadaan suci (Berwudhu’)
  15. Orang yang bertaubat dan Istiqamah dalam taubatnya.

Demikianlah 15 Golongan yang sangat ditakuti dan dimusuhi oleh iblis, semoga kita termasuk kedalamnya. Amin. Wallahua’lam,

Sumber:
Kitab Sirajut Thalibin
Juz I hal.281

Hukum Mencium Mayit

Deskripsi Masalah :
Mencium MayitTelah menjadi tradisi dikalangan masayarakat kita pada saat ada keluarga yang meninggal, sesudah mayat dimandikan/disucikan dan dikafankan maka para anggota keluarga mencium wajah si mayit.

Pertanyaan :
  1. Bagaimana hukumnya mencium wajah mayit (mahram )?
  2. Bagaimana hukumnya mencium wajah mayit ( bukan mahram)?
  3. Bagaimana hukumnya mencium wajah mayit ( Ulama, orang shalih baik mahram /bukan )?
  4. Bagaimana hukumnya mencium wajah mayit bila timbul kesedihan/marah ?

Jawaban:
  1. Boleh
  2. Makruh
  3. Sunat
  4. Haram
Note : Pada surah yang dibolehkan mencium mayat, disyaratkan harus sejenis, misalnya laki-laki sesama laki-laki, dan perempuan sesama perempuan, kecuali kalau Mahram (haram nikah) maka boleh walau lawan jenis. Wallahua'lam.

Sumber : Hasyiyah Bujairimi ‘ala Manhaj Thullab Juzu' 1 Hal 600 Cet Dar Al-Kutub.

Pembagian Roh saat Melihat Tubuh Baginda SAW.

Allah menciptakan segala roh setiap umat dari keringat nabi mereka. Allah menciptakan segala roh orang mukmin dari keringat nabi Muhammad Saw. Allah menciptakan satu Qandil dari batu akik merah yang bisa dilihat bathinnya melalui dhahirnya, kemudian Allah Swt menciptakan bentuk nabi Muhammad seperti bentuk beliau dalam dunia, kemudian Allah meletakkan bentuk nabi Saw pada Qandil tersebut. Nabi Saw berdiri diatas Qandil tersebut seperti berdiri dalam shalat. Selanjutnya berdirilah segala roh para nabiyullah mengelilingi nabi Saw, mereka bertasbih dan bertahlil 100.000 tahun. Kemudian Allah menyuruh seluruh roh yang telah diciptakan untuk melihat kepada nabi Saw. Berikut Rincian roh yang melihat Nabi Saw:

  1. Jika Roh seseorang melihat kepala Nabi Saw, maka kelak orang tersebut akan menjadi khalifah.
  2. Jika roh seseorang melihat dua dahi Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi raja/pemimpin yang adil.
  3. Jika roh seseorang melihat dua mata Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi penghafal Al-Quran
  4. Jika roh seseorang melihat dua alis Nabi Saw, maka kelak dia akan jadi pelukis.
  5. Jika roh seseorang melihat dua telinga maka ia kelak akan menjadi orang yang mendengar dan menerima nasehat.
  6. Jika roh seseorang melihat dua pipi Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang yang baik dan memiliki nalar yang luar biasa.
  7. Jika roh seseorang melihat dua bibir Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi wazir atau perdana mentri.
  8. Jika roh seseorang melihat dua lobang hidung Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi hakim, orator dan penjual obat.
  9. Jika roh seseorang melihat mulut Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang yang gemar berpuasa.
  10. Jika roh seseorang melihat kerongkongan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang suka memberi nasehat dan muazzin.
  11. Jika roh seseorang melihat jenggot Nabi Saw, maka kelak ia akan menjadi pejuang dijalan Allah.
  12. Jika roh seseorang melihat leher Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang yang berniaga.
  13. Jika roh seseorang melihat dua lengan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi ahli pacuan kuda atau orang ahli memengang pedang (senjata).
  14. Jika roh seseorang melihat lengan kanan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi ahli bekam.
  15. Jika roh seseorang melihat lengan kiri Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang bodoh
  16. Jika roh seseorang melihat telapak tangan kanan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi pegawai.
  17. Jika roh seseorang melihat telapak tangan kiri Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang yang bimbang.
  18. Jika roh seseorang melihat lengan tangan kanan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang pemurah dan cerdik.
  19. Jika roh seseorang melihat lengan tangan kiri Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi penulis.
  20. Jika roh seseorang melihat jari tangan kanan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi penjahit
  21. Jika roh seseorang melihat jari tangan kiri Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi tukang besi.
  22. Jika roh seseorang melihat dada Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang alim, mulia dan mufti.
  23. Jika roh seseorang melihat punggung Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang tawaddu’ dan orang yang taat terhadap syariat.
  24. Jika roh seseorang melihat lambung Nabi Saw maka kelak dia akan menjadi orang yang berperang
  25. Jika roh seseorang melihat perut Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi manusia sederhana dan zuhud.
  26. Jika roh seseorang melihat dua lutut Nabi Saw, maka kelakdia akan menjadi orang yang gemar rukuk dan sujud.
  27. Jika roh seseorang melihat dua kaki Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi pemburu
  28. Jika roh seseorang melihat di bawah tumit Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang yang berkelana.
  29. Jika roh seseorang melihat bayangan Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang kaya.
  30. Jika roh seseorang tidak melihat apapun bentuk Nabi Saw, maka kelak dia akan menjadi orang Yahudi, kafir, Majusi atau bahkan akan mengaku dirinya sebagai tuhan seperti Fira’un . Wallahua'lam.

Sumber : Kitab Daqaiqul Akbar hal. 3.

10 Teman Sejati Iblis Laknatullah

Iblis Merupakan musuh nyata bagi golongan anak adam, mulai dari masa hidupnya nabi Adam hingga Kiamat karena mereka selalu berusaha menjerumuskan anak adam ke dalam panasnya api neraka. Selain musuh, ternyata Iblis juga punya teman dari golongan anak adam, siapa sajakah mereka? berikut ini 10 Teman sejati Iblis dalam golongan anak adam:
  1.  Sultan/Raja/Imam/Pemimpin yang Fasik
  2. Orang kaya yang sombong.
  3. Para Penjual yang berdusta dalam berdagang.
  4. Para peminum khamar/Arak
  5. Para pengadu domba.
  6. Para pezina
  7. Para pemakan harta anak yatim
  8. Orang yang meringankan-ringankan shalat
  9.  Orang yang tidak mau membayar zakat.
  10. Orang yang panjang angan-angannya.
Demikianlah 10 Teman sejati  Iblis dari golongan anak adam, pada kesempatan lain kita akan membahas siapa saja orang dari golongan anak adam yang memang benar-benar jadi musuh iblis. Semoga bermanfaat. Wallahua'lam.

Referensi:
Kitab Sirajut Thalibin
Juz I hal.280

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja