Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hukum Menggabungkan Mandi Wajib dan Sunat

LbmMudi- Seseorang yang berhadas besar wajib melakukan mandi agar ia dapat melakukan ibadah. Orang yang berjunub pada pagi hari jum’at, selain ia wajib melakukan mandi, ia juga disunatkan untuk mandi sunat jum’at. Bagaimana ia melakukan niat untuk kedua mandi tersebut? Apakah bisa diniatkan sekaligus atau mesti diniat terpisah antara mandi wajib dan mandi sunat?

Dalam kitab Fathul M’in jilid 1 hal 79 dikatakan bahwa:

Jika seseorang mandi junub dan mandi jum’at dengan niat sekaligus maka kedua-duanya dianggap sah, (hadas besar hilang dan mendapat pahala mandi sunat jum’at). Sekalipun yang terlebih afdhal adalah melakukannya secara terpisah. Dan jika seseorang melakukan niat salah satu dari dua mandi tersebut maka yang dianggap hanya mandi yang diniatkan.

Dari penjelasan kitab fathul mu’in tersebut dikatahui bahwa seluruh mandi wajib bisa digabungkan dengan seluruh mandi sunat.

Dengan demikian kita harus mengetahui mandi apa saja yang mewajibkan dan disunatkan.
Ada beberapa faktor yang mewajibkan seseorang mandi. Faktor tersebut digolongkan kedalam beberapa kategori. Ada faktor yang mewajibkan mandi terjadi pada laki-laki dan perempuan dan ada faktor yang mewawajibkan mandi khusus bagi perempuan sahaja.

Faktor yang diwajibkan Mandi bagi laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut:
  1. Bertemu dua kelamin. Bertemu dua kelamin yang dapat mewajibkan mandi adalah masuknya seluruh khasyafah (kepala zakar) kelamin laki-laki kedalam kelamin perempuan dan dalam keadaan masih bernyawa.
  2. Keluar mani. Keluar mani baik dalam keadaan sadar atau tidak sadar mewajibkan seseorang mandi walaupun tidak bersenggama.
  3. Meninggal. Meninggal merupakan salah satu faktor yang mewajibkan mandi, namun kewajiban tersebut dibebankan kepada orang yang hidup.

Faktor yang mewajibkan Mandi hanya khusus bagi perempuan saja.
  1. Haid
  2. Nifas
  3. Wiladah

Diantara mandi yang disunatkan adalah sebagai berikut:
  1. Mandi jum’at
  2. Mandi hari raya (fitri dan adha)
  3. Mandi minta hujan
  4. Mandi gerhana bulan
  5. Mandi gerhana matahari
  6. Mandi setelah memandikan mayat.
  7. Mandi orang yang baru masuk islam
  8. Orang yang baru sembut dari gila
  9. Orang yang sembuh dari pingsan
  10. Mandi ihram
  11. Mandi masuk makkah
  12. Mandi untuk mabid di muzdalifah
  13. Mandi wukuf di arafah
  14. Mandi melempar jumrah yang tiga
  15. Mandi thawaf

Demikianlah beberapa mandi wajib dan mandi sunat yang dapat digabungkan, semoga bermanfaat. Wallahua’lam.

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

2 komentar untuk Hukum Menggabungkan Mandi Wajib dan Sunat


Asswrwb : Bagaimana hukum menggabungkan mandi wajib,,,
Misal haid dan mandi wajib yg lain,

wa`alaikum salam

Boleh menggabungkan niat mandi wajib dan sunat...misalnya mandi janabah dengan mandi jumat.

Untuk mandi wajib, cukup satu kali mandi untuk beberapa sebab mandi wajib, misalnya janabah, dan haid, cukup dengan satu mandi