Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Fatwa Ibnu Shalah; Bolehkan membaca al-quran dan menghadiahkan pahalanya kepada orang meninggal?

Salah satu amalan mayoritas umat Islam yang selalu divonis bid’ah dan sesat oleh kaum wahabi salafi adalah menghadiahkan pahala bacaan al-quran kepada mayat yang biasa disebut dengan tahlilan. Ibnu Shalah yang merupakan salah satu guru Imam Nawawi pernah ditanyakan tentang hukum membaca al-quran kemudian menghadiahkan pahalanya kepada kaum muslim yang telah meninggal? Bagaimana jawaban Ibnu Shalah sebagai seorang ulama besar yang memiliki ilmu yang banyak. Mari kita simak jawaban Ibnu Shalah rahimahullah.

مسألة هل يجوز للانسان أن يقرأ القرآن ويهديه لوالديه ولأقاربه خاصة ولأموات المسلمين عامة وهل تجوز القراءة من القرب والبعد على القبر خاصة

Pertanyaan:

Apakah boleh bagi manusia membaca al-quran dan menghadiahkannya kepada kedua orang tuanya dan kerabatnya secara khusus dan bagi semua kaum muslimin yang telah meninggal secara umum? Apakah boleh membaca al-quran dari jauh atau dekat kubur secara khusus?

أجاب رضي الله عنه أما قراءة القرآن ففيه خلاف بين الفقهاء والذي عليه عمل أكثر الناس تجويز ذلك وينبغي أن يقول إذا أراد ذلك اللهم أوصل ثواب ما قرأته لفلان ولمن يريد فيجعله دعاء ولا يختلف في ذلك القريب والبعيد

Beliau menjawabnya:

Masalah membaca al-quran terjadi perbedaan pendapat para fuqaha. Yang telah diamalkan kebanyakan manusia adalah membolehkan hal tersebut. Dan sepatutnya bila ingin dikerjakan di ucapkan “Ya Allah sampaikan pahala bacaanku kepada si fulan" dan bagi siapa saja yang ia inginkan. Pembacaan al-quran seperti demikian tidak berbeda antara dekat atau jauh.

Fatawa wa Masail Ibnu Shalah, Jld. I, hal. 192, Dar Ma’rifah, thn 1986


Kesimpulan dari jawaban Ibnu Shalah adalah masalah membaca al-quran kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang yan telah meninggal merupakan masalah khilafiyah dikalangan para fuqaha`. Sebagian fuhaqa mengatakan tidak sampai namun sebagian yang lain berpendapat sampai. Mayoritas umat Islam masa Ibnu Shalah mengamalkan hadiah pahala kepada mayat. Karena adanya khilafiyah tersebut, beliau juga memberikan satu solusi sehingga amalan tersebut tidak lagi diperselisihkah. Yaitu setelah membaca al-quran di lanjutkan dengan berdoa kepada Allah supaya Allah sampaikan pahala bacaan al-qurannya kepada mayat. Kebolehan berdoa untuk mayat tidak diperselisihkan oleh para ulama. Menurut fuqaha` yang menyatakan bahwa hadiah pahala bacaan al-quran tidak sampai kepada mayat, bila yang diamalkan adalah berdoa untuk mayat setelah membaca al-quran maka mereka juga mengakuinya sebagai amalan yang bisa bermanfaat untuk mayat. Solusi ini masih diamalkan oleh masyarakat di Indonesia yang melakukan tahlilan, setelah membaca berbagai macam ayat al-quran, salah satu dari mereka membacakan doa supaya pahala bacaan tersebut Allah sampaikan kepada mayat, yang diaminkan oleh semua yang hadir.
Jawaban ini senada dengan jawaban beberapa ulama lain yang pernah kami tulis sebelumnya.

  1. Tahlilan Menurut Imam al-Qurafi
  2. Hukum Tahlilan
  3. Penjelasan Syeikh Wahbah Zuhaili tentang Hadiah Pahala kepada Orang Meninggal
  4. Pandangan Syeikh Ali Jum'ah Tentang Hadiah Amalan dan Bacaan al-Quran Bagi Mayat
  5. Hukum Membaca al-quran di Kuburan
  6. Bacaan al-quran bagi mayat menurut Imam Syafii

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Fatwa Ibnu Shalah; Bolehkan membaca al-quran dan menghadiahkan pahalanya kepada orang meninggal?