Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Rukun Shalat: Tasyahud

Deskripsi masalah:

Dalam mengerjakan shalat, perlu diketahui bagaimana cara melaksanakan shalat yang benar, setiap rukun tentu mempunyai ketentuan sendiri, yang berakibat pada sah atau tidaknya shalat seseorang, berikut ini kami akan menguraikan sedikit penjelasan tentang tasyahud yaitu:

Tasyahud terbagi dua:
1. Bacaan dan duduk tasyahud yang diiringi dengan salam merupakan rukun dalam shalat, atau yang biasa kita sebut dengan nama tasyahud akhir.
2. Sedangkan yang tidak diiringi dengan salam merupakan sunat dalam shalat, atau nama lainnya adalah tasyahud awal.

Duduk pada dua tasyahud ini sebenarnya boleh bagaimana pun bentuknya, asalkan sesuai dengan cara duduk yang telah ditentukan dalam sembahyang. Namun, disunatkan pada tasyahud awal yaitu duduk iftirasy, dan pada tasyahud akhir disunatkan duduk tawaruk.

1. Tasyahud akhir
Membaca dan duduk tasyahud akhir adalah rukun yang ke Sembilan dan ke sepuluh dalam shalat, duduk ini disunatkan dalam posisi tawaruk, yaitu tata caranya sama seperti duduk iftirasy, hanya saja kaki kirinya dikeluarkan dari bawah kaki kanannya, sedangkan pinggulnya dilengketkan ke lantai.
2. Tasyahud Awal
Duduk dan membaca tasyahud awal merupakan sebagian dari sunat ab’ad dalam shalat. Adapun posisi duduk yang disunatkan dalam tasyahud awal adalah duduk iftirasy.
Duduk iftirasy yaitu posisi seseorang duduk di atas mata kakinya, sedangka
n bagian belakang telapak kakinya menempel ke lantai, dan kaki kanannya ditegakkan dengan seluruh jari-jarinya di hadapkan ke arah kiblat.

Adapun bacaan tasyahud minimalnya yaitu seperti yang telah di jelaskan dalam kitab kanzul ar-raghibin(al mahalli), cet. Darul fikri, juz. 1, hal. 189:

وَأَقَلُّهُ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ سَلَامٌ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ سَلَامٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Dan bacaan yang paling sempurnanya ialah:

وَأَكْمَلُ التَّشَهُّدِ مَشْهُورٌ وَرَدَ فِيهِ أَحَادِيثُ اخْتَارَ الشَّافِعِيُّ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - مِنْهَا حَدِيثَ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ فَكَانَ يَقُولُ: «التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Rukun Shalat: Tasyahud