Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hikmah Dari Huruf-Huruf Bismillah

Hikmah Allah memulai bismillah dengan huruf “ba” bukan dengan huruf yang lain pada ismi dan alif digugurkan kemudian digantikan dengan “ba” yaitu dikarenakan huruf “ba” merupakan huruf syafawi (bibir) dan bibir hanya akan terbuka dengan huruf ba tidak dengan huruf yang lain, dan juga keturunan manusia menjawab” bala( ya)” ketika allah “menayakan alastu birabbikum” .

Dan pada bismillah dikasrahkan ba selamanya dikarenakan inkisar ( pecah/hancur) pada bentuk dan makna terdapat kemulyaan di sisi Allah SWT, sebagaimana firman Allah “ ana i’ndal munkatsirati qulubuhum” ( aku berada disisi orang yang hancur hatinya) berbeda dengan alif yang padanya ada ketinggian kebesaran dan panjang maka karena demikianlah alif digugurkan.

Dan Allah mengkhususkan namanya pada basmalah dengan lafal jalalah dan dengan arrahman dan arrahim supaya orang a’rif mengetahui demikianlah yang mesti kita tuntut berhakkan ,dan meminta pertolongan dengan nama nama tersebut pada segala urusan,karena nama tersebut mengindikasikan bahwa allah yang ma’bud bilhaq, empunya segala nikmat,yang memuliakan dan menghinakan seseorang, maka orang arif akan terbawa dengan kalimat kalimat bismillah kepada mahabbah ilahi, berpegang teguh dengan tali taufiq Allah SWT, dan selalu mnyibukkan dirinya dengan mengingat Allah.

-Hasyiah I’anatutthalibin Juz 1 Hal 5

والحكمة في أن الله سبحانه وتعالى جعل افتتاح البسملة بالباء دون غيرها من الحروف، وأسقط الألف من اسم، وجعل الباء في مكانها، أن الباء حرف شفوي تنفتح به الشفة ما لا تنفتح بغيره، ولذلك كان أول انفتاح فم الذرة الإنسانية في عهد ألست بربكم بالباء في جواب بلى، وأنها مكسورة أبدا.
فلما كانت فيها الكسرة، والانكسار في الصورة والمعنى، وجدت شرف العندية من الله تعالى، كما قال: أنا
عند المنكسرة قلوبهم بخلاف الألف، فإن فيها ترفعا وتكبرا وتطاولا، فلذلك أسقطت.
وخصت التسمية بلفظ الجلالة ولفظ الرحمن، ولفظ الرحيم، ليعلم العارف أن المستحق لأن يستعان به في جميع الأمور هو المعبود الحقيقي، الذي هو مولى النعم كلها، عاجلها وآجلها، جليلها وحقيرها.
فيتوجه العارف بجملته حرصا ومحبة إلى جناب القدس، ويتمسك بحبل التوفيق، ويشتغل سره بذكره والاستمداد به عن غيره

Doa Keberkahan Bagi Pengantin

Deskripsi Masalah:

Pernikahan adalah ibadah yang begitu suci dan mulia. Pernikahan tidak hanya mempersatukan dua insan laki-laki dan perempuan saja, akan tetapi juga dengan kedua keluarga. Maka jelasklah, restu dan juga ridha dari kedua orang tua adalah sesuatu yang harus dipatuhi dan diperhatikan.Oleh karenanya, doa yang paling penting adalah doa dari wali dari masing-masing dan segenap yang hadir kepada mereka mempelai agar berkahnya pernikahan yang dijalani.

Pertanyaan:

Apakah ada kesunnahan mengucapkan doa kepada pengantin baru ?

Jawaban:

Bagi Wali ataupun Orang lain yang menghadiri aqad nikah Disunnahkan untuk mendoakan suami (mempelai pria ) setelah selesai resepsi dengan doa بارك الله لك atau dengan lafadh بارك لك وجمع بينكما

-Hasyiah I'anatuttalibin Juz.3 Hal.273

(تتمة) يسن لمن حضر العقد من ولي وغيره الدعاء للزوج عقبه: ببارك الله لك، أو بارك عليك، وجمع بينكما في خير لصحة الخبر به.
ويدعو لكل منهما ببارك الله لكل واحد منكما في صاحبه وجمع بينكما في خير.


Taubat Orang Murtad

Nikmat yang paling besar seseorang yang di lahirkan dalam agama islam karna Islam adalah agama yang benar.  Dalam islam terhadap orang yang  berpindah agama Jakan di sebut dengan Murtad, Terhadap yang Murtad dan ingin bertaubat,  masuk Islam Maka Ada beberapa hal yang harus dilakukaannya yaitu :

1. Wajib untuk menyegerakan memeluk agama islam kembali dengan cara mengucap dua kalimat syahadat. Dan meninggalkan semua perkara yang menyebabkan murtad.

2. Menyesali setiap apa yang telah terjadi kemudian bercita-cita tidak akan kembali lagi perbuatan yang sama.

3. Wajib untuk mengqadha kewajiban syara' yang pernah di tinggalkan selama murtad. Maka apabila semuanya telah di kerjakan maka orang tersebut sudah di katagorikan orang yg kembali kepada ajaran islam . Perbedaan Taubat orang yang meningggalkan shalat dg murtad . Mendorong orang yg tinggal shalat untuk bertaubat itu sunat ,Sedangkan dosa orang murtad akan membawaki kekal dalam neraka ,Orang yang meninggalkan sembahyang tidak akan kekal dalam neraka.

- Hasyiah I'anatuttalibin Juz 4 Hal. 139 Cet, Toha putra

3 Orang memiliki Firasat Tinggi

Firasat adalah suatu kemampuan dari dalam diri seseorang untuk merasakan apa yang akan terjadi di dalam kehidupannya. Tidak semua orang mempunyai Firasat tinggi dalam dirinya, menurut Ibnu Mas’ud, ada tiga orang yang mempunyai firasat yang sangat tajam,yaitu :

1. Raja mesir ketika berkata kepada istrinya (berikanlah kepadanya tempat dan layanan yang baik)[QS;yusuf 21]

2. Wanita yang mengatakan kepada ayahnya mengenai keberadaan nabi musa AS [QS;Al-Qashash]

3. Abu bakar shiddiq RA ketika ia meminta Umar bin khattab RA untuk menggantikan dirinya sebagai khalifah

Sumber :Terjemahan Qishasul ambia

Simak : Nasehat Yang Menyejukkan !! Abiya Muhammad Baidhawi HM

https://www.youtube.com/watch?v=iFI2sLVJHxk

7 kemuliaan Duduk Bersama Orang Alim

Ada banyak kelebihan bagi seorang yang menuntut ilmu pengetahuan agama. Bahkan kelebihan dalam menuntut ilmu tak hanya di dapatkan oleh penuntut ilmu agama saja, melainkan juga didapatkan oleh seseorang yang duduk di dekat penuntut ilmu agama.

Di dalam kitab Bujairimi 'Alal khatib disebutkan, bahwa seseorang yang duduk disisi orang alim, sedangkan dia tidak mampu menghafal ilmu darinya, maka baginya itu mendapatkan 7 macam karamah.

1. Mendapati kelebihan orang-orang yang belajar.
Meskipun ia hanya duduk disamping seorang yang alim, dan tidak belajar darinya, namun dia tetap dikatakan sebagai seseorang yang belajar dan mendapatkan kelebihan-kelebihan orang-orang yang sedang belajar.

2. Tercegah dari segala macam dosa selama duduk disisi orang alim tersebut.
Setiap manusia pasti melakukan dosa dalam kehidupannya. Dosa tersebut ada yang dosa kecil maupun dosa yang besar. Bahkan, tidak mengingat Allah juga merupakan dosa bagi orang-orang tertentu seperti para Nabi dan Rasul. Nah, kalau kita mau duduk disisi orang alim, maka akan terhalang dari kemungkinan berbuatnya dosa.

3. Apabila keluar dari tempat itu untuk mencari ilmu, maka akan turun rahmat kepadanya.
Dalam setiap gerak langkahnya, ia juga akan mendapatkan rahmat, yaitu ketika berangkat dari tempat duduknya bersama orang alim tersebut untuk mencari ilmu pengetahuan.

4. Apabila duduk di halaqah ilmu, dan turun rahmat kepada mereka, maka dia juga mendapatkan bagian rahmat itu.
Rahmat yang turun kepada majlis yang mencari ilmu, juga akan turun kepadanya, meskipun dia tidak sedang belajar, hanya duduk saja.

5. Selama ia mendengar, dituliskan sedang mengerjakan perbuatan taat baginya.
Yang terpenting, ia harus selalu mendengar apapun ilmu pengetahuan yang mungkin disampaikan oleh seorang alim tersebut. Karna hanya mendengar saja, itu telah tercatat sebagai perbuatan taat baginya.

6. Apabila ia mendengar, namun berkecil hati karna tidak memahaminya, maka jadilah kesedihan hatinya itu sebagai perantara kepada hadirat Allah swt.
ketika tidak memahami pelajaran yang disampaikan, Allah ta'ala tidak meninggalkan kita. Allah akan memberikan kelebihan kepada orang-orang yang bersedih ketika tidak mampu memahami pelajaran. Kesedihan di hatinya akan menjadi perantara bagi dirinya kepada hadirat Allah swt.

7. Dia akan menyadari bahwa orang-orang muslim akan memuliakan orang alim dan orang-orang muslim akan mencela orang fasiq. Karenanya, hatinya akan condong kepada ilmu dan menjauhi kefasiqan.



Hikmah Dibalik Gerakan Shalat

Shalat merupakan ibadah rutinitas umat islam, tata cara pelaksanaannya telah diatur agama dengan sebaik mungkin. Namun jika diperhatikan tata cara pelaksanaan shalat, maka akan nampak sisi perbedaan pada tiap tahapan dalam mengerjakannya, dan pada tahapan tahapan tersebut memiliki hikmahnya masing-masing.

Berikut ini adalah alasan dan butir hikmah yang terkandung pada beberapa tahapan dalam pengerjaan shalat:

1. Sujud dilakukan dua kali dalam satu rakaat sedangkan rukun yang lain cuma dilakukan satu kali, alasannya adalah seorang mukmin ketika mengerjakan shalat, maka sujud dalam shalat tersebut akan mengingatkannya bahwa dia berasal dari tanah dan kedalam tanahlah kelak akan dikembalikan. Hal ini terjadi karena pada saat meletakkan dahi (menenempel dengan bumi) diketika sujud yang pertama seakan-akan kita berkata “ Dari tanahlah aku di ciptakan”. Pada ketika bangun dari sujud yang pertama seakan-akan kita berkata “Dari tanahlah aku di keluarkan”. Pada ketika sujud yang kedua seakan-akan kita berkata “ Kedalam tanahlah kelak aku akan dikembalikan”. Diketika bangkit dari sujud yang kedua seakan-akan hamba berkata “ Dari dalam tanahlah kelak aku akan di bangkitkan pada ketika hari kiamat tiba”.

2. Pada ketika salam berpaling kearah kanan terlebih dahulu selanjutnya baru kearah kiri. Keadaan seperti ini mengisyarahkan seakan-akan seorang mukmin berdoa “ Ya Allah, berikanlah buku amalanku disebelah kanan dan jangan kau beri buku amalan tersebut di sebelah kiri’.

3. Anjuran memebaca qunut pada shalat shubuh, alasannya adalah shalat terakhir yang dikerjakan nabi Muhammad SAW bersama Jibril pada awal diperintahkannya shalat lima waktu adalah shubuh. Diketika mengakhiri suatu perbuatan kita di anjurkan untuk membaca doa. Maka qunut yang isinya adalah do’a khusus diperintahkan untuk dibaca ketika shalat shubuh.

4. Mengangkat telunjuk ketika tasyahud, pada ketika tasyahud semua jari tetap pada posisinya kecuali jari telunjuk yang diangkat ketika bacaan الا الله. Hal ini dikarenakan didalam jari telunjuk terdapat urat yang langsung tersambung dengan hati. Maka ketika lisan mengucapkan lafal tauhid لا اله الا الله secara bersamaan telunjuk yang merupakan anggota badan bersama dengan hati ikut mentauhidkan Allah SWT.

5. Membaca سمع الله لمن حمده ketika bangun dari ruku’. Pada dasarnya ketika berpindah dari satu rukun kerukun lainnya disunatkan membaca takbir kecuali pada saat bangkit dari ruku’ dengan membaca سمع الله لمن حمده. Hal ini dikarenakan sebuah peristiwa yang dialami oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Abu Bakar R.A adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang tidak pernah absen melakukan shalat berjamaah bersama Rasulullah SAW . Pada suatu hari Abu Bakar R.A hendak menghadiri shalat ashar berjamah, setibanya di mesjid beliau manyangka Shalat ashar berjamaah telah selesai dilaksanaakan. Melihat hal tersebut hati Abu Bakar menjadi gundah, maka ketika Abu Bakar memasuki mesjid beliau mendapati Rasulullah SAW sedang melakukan shalat berjamaah , dan ketika itu Rasulullah SAW membaca takbir untuk melakukan ruku’. Lantaran merasa senang masih sempat berjamaah, maka beliau membaca الحمد لله dan langsung takbir dibelakang rasullah. Ketika nabi sedang ruku’. turunlah malaikat Jibril AS dan berkata يا محمد سمع الله لمن حمده ucaplah kalimat tersebut. Maka rasullah langsung memebaca سمع الله لمن حمده ketika bangu dari ruku’. Sebelum terjadinya peristiwa ini Rasulullah SAW membaca takbir ketika bangkit dari ruku’.

6. Sesudah takbiratul ihram disunnahkan untuk meletakkan tangan dibawah dada dan sedikit condrong ke kiri. Alasannya dikarenakan hati manusia terletak sebelah kiri di bawah dada. Ketika tangan diletakkan tepat pada posisi hati, maka seakan-akan tangan ini menjaga iman yang ada didam hatinya.

Referensi :

- Kitab Tanqihul Qauli Hal 4 Cet, Haramain
- I’anatut Thalibin Juz 1 Hal 158 Cet, Haramain
- Hasyiah Al Bajuri juz 1 hal. 172 Cet, Haramain
- Tahrir Syarqawi Juz 1 Hal 199-200 Cet, Darul Fikri
- Tahrir syarqawi Juz 1 Hal 194 Cet. Darul Fikri

Simak juga : 




Klasifikasi Hukum Membaca Basmalah

Perkataan ulama yang mengatakan tuntutan membaca basmalah ialah pada hal-hal yang dianggap baik oleh agama yaitu perkara yang bukan haram lizati dan bukan makruh lizati juga bukan perkara yang hina dalam agama. Sehingga dapat diambil kesimpulan yang bahwa hukum membaca basmallah ada lima macam, yaitu :

1. WAJIB seperti dalam sembahyang menurut pendapat mazhab syafi’iyah.
2. SUNAT baik ‘ain seperti dalam wudhu’ dan mandi maupun kifayah seperti pada makan bersama dan bersetubuh antara suami istri.
3. HARAM pada perbuatan yang diharamkan li zatihi.
4. MAKRUH pada hal yang dimakruhkan li zatihi.
5. MUBAH pada hal yang boleh dalam agama yang tidak mulia seperti memindahkan barang ketempat lain.

- I’annatutthalibin Juz 1 Hal 3 Cet, Haramain

فيقال: البسملة مطلوبة في كل أمر ذي بال - أي حال - يهتم به شرعا، بحيث لا يكون محرما لذاته ولا مكروها كذلك، ولا من سفاسف الأمور - أي محقراتها - فتحرم على المحرم لذاته كالزنا، لا لعارض كالوضوء بماء مغصوب وتكره على المكروه لذاته كالنظر لفرج زوجته، لا لعارض كأكل البصل ولا تطلب على سفاسف الأمور، ككنس زبل، صونا لاسمه تعالى عن اقترانه بالمحقرات والحاصل أنها تعتريها الأحكام الخمسة: الوجوب، كما في الصلاة عندنا معاشر الشافعية - والاستحباب عينا: كما في الوضوء والغسل، وكفاية: كما في أكل الجماعة، وكما في جماع الزوجين، فتكفي تسمية أحدهما - كما قال الشمس الرملى أنه الظاهر - والتحريم في المحرم الذاتي، والكراهة في المكروه الذاتي، والإباحة في المباحات التي لا شرف فيها، كنقل متاع من مكان إلى آخر، كذا قيل.

Simak Juga :

https://www.youtube.com/watch?v=fJPyK19E_Zw















































3 Keutamaan Menikahi Gadis Perawan

Menikah termasuk salah satu dari sekian banyak sunnah–sunnah Rasulullah SAW, menikah juga termasuk diantara ibadat yang sejalur dengan hawa nafsu manusia, Pernikahan idealnya merupakan sebuah muara dari sungai cinta/kasih sayang dan paduan komitmen antar dua individu yang berbeda jenis. Dengan demikian, pernikahan dapat diharapkan menjadi tumpuan kebahagiaan bagi pasangan yang menjalaninya. Rasululah SAW menganjurkan bagi seorang mukmin yang berhajat dan mampu untuk  segera menikah, Sebagaimana dalam satu hadist Rasulullah SAW bersabda :

يا معشر الشباب: من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج. ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء أي قاطع لتوقانه

“Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, menikahlah. Karena menikah dapat menahan pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa  karena puasa dapat menekan syahwatnya”

Di antara kesunahan menikah adalah lebih mengutamakan gadis yang masih perawan dibandingkan yang sudah menjanda. Hal tersebut disebabkan oleh tiga faktor :

1. Istri yang perawan akan mencintai dan menyayangi suaminya yang pertama, karena watak seseorang lebih sayang dan rindu kepada cinta pertama. Sedangkan janda, kadang-kadang tidak menyukai sebagian sifat suaminya yang yang berbeda dengan mantan suaminya, sehingga dia akan membeci suaminya.
2. Istri yang perawan akan lebih sempurna untuk dicintai oleh suami.
3. Rasa cinta dan kasih sayang istri hanya tercurah untuk sang suami.

Referensi : Hasyiah I’anah attalibin juz 3 halaman 271


 قال البجيرمي: وفي البكارة ثلاث فوائد: إحداها أن تحب الزوج الأول وتألفه، والطباع مجبولة على الأنس بأول مأولف، وأما التي مارست الرجال فربما لا ترضى ببعض الأوصاف التي تخالف ما ألفته فتكره الزوج الثاني.
الفائدة الثانية أن ذلك أكمل في مودته لها.
الثالثة: لا تحن إلا للزوج الأول.


Simak juga Nasehat pernikahan :



donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja