Mati Karena Cinta, Syahidkah?

Deskripsi Masalah:

Banyak cerita cinta yang berakhir tragis, seperti cinta laila dan Qais dan lainnya. Konon, katanya orang yang mati karena cinta mendapat mati syahid.

Pertanyaan:

1. Benarkah ungkapan diatas?
2.Cinta yang bagaimana yang Allah berikan mati syahid?

Jawaban:

1. Benar, hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW;

من عشق فعف فكتم فمات فهو مات شهيدا

Barangsiapa jatuh cinta lantas dia menahannya, akhirnya dia mati, maka ia mati syahid.

2. Cinta yang tidak sampai menjerumuskan pada perbuatan maksiat dan cinta yang tidak diekspresikan dalam bentuk ungkapan melainkan disinpan dalam hati (Kitman), dan dengan syarat yang dicintai itu bisa halal dinikahi, bukan semisal amrad. 
di dalam syarat yang dicintai itu bisa halal dinikahi, ada rinciannya sebagai berikut :
Kalau perasaan tersebut timbul secara ikhtiyari, dalam artian kita sengaja mendekati amrad, dari semulanya tidak cinta, dan masih bisa dibuang, kemudian memiliki perasaan sampai rindu maka tidak syahid. 
Tapi kalau memang rindunya bersifat idhtirari dalam artian secara spontan, dan tidak memiliki kuasa utk menolak perasaan tersebut, maka tetap mendapatkan pahala syahid. 


Nihayatul Muhtaj Juz 2 Hal 497 Cet, Darul Fikri

وإن لم يكن السبب معصية حصلت الشهادة وإن قارنها معصية؛ لأنه لا تلازم بينهما، أو عشق بشرط العفة والكتمان كما قيده الزركشي بذلك لخبر فيه موقوف على ابن عباس وإن لم يتصور إباحة نكاحها له شرعا وتعذر وصوله إليها.
قال: وإلا فعشق الأمرد معصية فكيف يحصل بها درجة الشهادة، وهو ظاهر في عشق اختياري له مندوحة عن تركه وتمادى عليه. 
أما لو فرض حصول عشق اضطراري له بحيث لا مندوحة له عن تركه لم يمنع حصول الشهادة، إذ لا معصية به حينئذ.

Hasyiah Syarkawi Juz 1 Hal 338 Cet, Haramaian

والميت عشقا ان عاف عن الفواحش ولو نظرا محرما وكتم بأن لم يظهر حبه ولو للمعشوق


Meninggal Syahid Karena Rasa Cinta Simak Penjelasan Abu MUDI


Posting Komentar

0 Komentar