Di antara kesunahan pada hari Jumat yang sering dibahas oleh para ulama adalah anjuran memakai pakaian putih. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya, bahwa seseorang dianjurkan untuk mandi pada hari Jumat, memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian jika ada, kemudian datang ke salat Jumat dengan adab yang baik, serta mendengarkan khutbah dengan khusyuk. Orang yang melakukan hal tersebut akan mendapatkan penghapusan dosa antara Jumat tersebut dengan Jumat sebelumnya.
Dari hadis ini, para ulama memahami bahwa memakai pakaian terbaik merupakan bagian dari kesunahan hari Jumat. Lebih lanjut, mereka menjelaskan bahwa pakaian terbaik yang dimaksud adalah pakaian berwarna putih. Hal ini juga didukung oleh hadis lain yang menyebutkan bahwa pakaian putih merupakan sebaik-baik pakaian, bahkan dianjurkan untuk digunakan sebagai kain kafan.
A. Tingkat Kesunahan Memakai Pakaian Putih
Pertanyaan yang sering muncul adalah: sejauh mana kesunahan memakai pakaian putih saat salat Jumat? Apakah cukup hanya sebagian pakaian saja, atau harus seluruhnya?
Dalam pandangan ulama mazhab Syafi’i, kesunahan yang paling sempurna adalah apabila seluruh pakaian yang dikenakan berwarna putih, baik bagian atas maupun bawah, termasuk penutup kepala seperti sorban. Selain itu, disunnahkan pula memakai pakaian yang baru atau setidaknya yang masih bersih dan layak.
Dalam kitab Hasyiah al-Bajuri dijelaskan bahwa memakai pakaian putih termasuk sunnah, dan kesempurnaannya adalah ketika seluruh pakaian berwarna putih. Jika tidak memungkinkan seluruhnya, maka yang diutamakan adalah bagian yang paling tampak, yaitu bagian atas. Selain itu, khusus bagi imam, dianjurkan untuk lebih memperhatikan penampilan karena ia menjadi panutan dan perhatian jamaah.
B. Jika Hanya Sebagian yang Berwarna Putih
Apabila seseorang tidak mengenakan pakaian putih secara keseluruhan, maka yang lebih diutamakan adalah bagian atas pakaian. Artinya, memakai baju atau atasan putih sudah cukup untuk mendapatkan kesunahan tersebut.
Namun, jika yang berwarna putih hanya bagian bawah saja, seperti sarung atau celana, sementara bagian atas tidak, maka hal tersebut tidak dianggap cukup untuk memenuhi kesunahan memakai pakaian putih. Penjelasan ini disebutkan oleh sebagian ulama, di antaranya dalam Hasyiah al-Jamal, bahwa bagian atas lebih diutamakan karena lebih tampak.
C. Kondisi yang Tidak Dianjurkan Memakai pakaian Putih
Kesunahan memakai pakaian putih saat jum'atan tidak berlaku dalam semua kondisi. Sebagian ulama mutaakhirin mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa apabila dalam kondisi tertentu seperti musim hujan, jalan berlumpur, atau keadaan lain yang berpotensi mengotori pakaian, maka tidak disunnahkan memakai pakaian putih. Hal ini karena tujuan utama adalah menjaga kebersihan dan penampilan yang baik.
Selain itu, apabila hari raya bertepatan dengan hari Jumat, maka yang lebih diutamakan adalah kesunahan hari raya. Pada hari raya, dianjurkan memakai pakaian terbaik sebagai bentuk syukur, meskipun tidak berwarna putih.
Dalam kitab Busyral Karim dijelaskan bahwa keutamaan memakai pakaian putih berlaku di luar kondisi yang berpotensi mengotori pakaian, serta di luar hari raya. Jika bertepatan dengan hari raya, maka yang diutamakan adalah memakai pakaian terbaik, meskipun bukan berwarna putih, karena berhias pada hari raya lebih ditekankan.
Referensi :
1.Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy’ats al-Sijistani, Sunan Abi Dawud, Jld. 1, h. 94, No. 343, cet. Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah.
حدثنا يزيد بن خالد بن يزيد بن عبد الله بن موهب الرملي الهمداني، حدثنا عبد العزيز بن يحيى الحراني قالا: حدثنا محمد بن سلمة، حدثنا موسى بن إسماعيل، حدثنا حماد وهذا حديث محمد بن سلمة، عن محمد بن إسحاق، عن محمد بن إبراهيم، عن أبي سلمة بن عبد الرحمن - قال أبو داود: قال يزيد، وعبد العزيز في حديثهما - عن أبي سلمة بن عبد الرحمن وأبي أمامة بن سهل، عن أبي سعيد الخدري، وأبي هريرة، قالا: قال رسول الله ﷺ ⦗٩٥⦘: «من اغتسل يوم الجمعة ولبس من أحسن ثيابه، ومس من طيب إن كان عنده، ثم أتى الجمعة فلم يتخط أعناق الناس، ثم صلى ما كتب الله له، ثم أنصت إذا خرج إمامه حتى يفرغ من صلاته كانت كفارة لما بينها وبين جمعته التي قبلها» - قال: ويقول أبو هريرة: «وزيادة ثلاثة أيام» - ويقول: «إن الحسنة بعشر أمثالها» قال أبو داود: وحديث محمد بن سلمة أتم، ولم يذكر حماد كلام أبي هريرة
2.Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy’ats al-Sijistani, Sunan Abi Dawud, Jld. 4, h. 51, No. 4063, cet. Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah.
حدثنا أحمد بن يونس، حدثنا زهير، حدثنا عبد الله بن عثمان بن خثيم، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس، قال: قال رسول الله ﷺ «البسوا من ثيابكم البياض، فإنها من خير ثيابكم، وكفنوا فيها موتاكم، وإن خير أكحالكم الإثمد: يجلو البصر، وينبت الشعر»
3.Ibrahim al-Bajuri, Hasyiah al-Bajuri ‘ala Syarh Ibn Qasim al-Ghazzi ‘ala Matan Abi Syuja’, Jld. 2, h. 174, cet. Dar al-Minhaj.
قوله: لبس الثياب البيض، ومنها العمائم، ويسن ان تكون جديدة فان لم تكن جديدة سن ان تكون قريبة منها ويسنّ ان يزيد الامام في حسن الهيئة للاتباع ولأنه منظور اليه والاكمل ان تكون ثيابه كلها بيضاء وان لم تكن كلها فاعلاها.
4.Sulaiman bin ‘Umar al-Jamal, Futuhat al-Wahhab bi Tawdih Syarh Manhaj al-Tullab (Hasyiah al-Jamal), Jld. 2, h. 46, cet. Dar al-Fikr.
(قوله: والبيض أولى) وكونها جديدة أولى إن تيسرت وإلا فما قرب من الجديدة أولى من غيره اهـ. من شرح م ر وع ش عليه والأكمل أن تكون كلها بيضاء وإلا فأعلاها فإن كان أسفلها فقط لم يكف اهـ. برماوي.
5.Sa’id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim bi Syarh Masa’il al-Ta‘lim (Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyyah), h. 400, cet. 1, Dar al-Minhaj li al-Nasyr wa al-Tauzi‘, 1425 H / 2004 M.
(ولبس) الثياب (البيض) بأن تكون ثيابه كلها بيضاء، والأعلى منها آكد؛ للخبر الصحيح: «البسوا من ثيابكم البيض، فإنها خير ثيابكم، وكفنوا فيها موتاكم».
نعم؛ محل أفضليته في غير أيام الوحل ونحوه من كل ما يخشى منه تدنيسه، وفي غير أيام العيد، وإلا .. فما هو أعلى في العيد أفضل وإن لم يكن بياضًا.
ولو وافق يومها يوم العيد .. روعي العيد، فيلبس الأعلى؛ لأن زينته آكد، لأنها لجميع الناس، ويلي الأبيض ما صبغ قبل نسجه، قيل ويكره ما صبغ بعد نسجه ورده في «التحفة».


0 Komentar