Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Download Pengajian Syarh Syamsiah - Ilmu Mantiq

Ilmu Mantiq adalah ilmu logika yang berfaedah untuk mempelajari bagaimana cara berpikir yang benar, ilmu ini mengajarkan rumus-rumus berpikir secara logika. Sampai saat ini, ilmu ini masih di ajarkan di Dayah-dayah salafi. Kitab yang di gunakan biasanya mulai dari yang paling rendah adalah kitab Mant Sulam Munawwaraq karangan Imam Abdur Rahman al-Akhdary, dan untuk tigkatan selanjutnya syarh-syarh Matn Sulam seperti Idhah Mubham karangan ulama besar al-azhar Syeikh Abdur Rahman ad-Damanhuri, Hasiah al-Bajuri `ala Mant Sulam juga karangan Syeikh al-Azhar Syeikh Ibrahim al-Bajuri, Hasyiah Shabban 'ala Syarh Malawi 'ala Mant Sulam. Selain itu di sebagian pesantren juga di ajarkan kitab isaghuji dengan syarh-syarhnya. Di LPI MUDI Mesjid Raya, semenjak tahun lalu, khusus untuk dewan guru di mulai pengajian kitab Syarh Syamsiah fil Mantiq. Sebelumnya kitab ini hanya di jadikan sebagai rujukan muthala'ah bagi kalangan santri atau dean guru yang giat muthal'ah, namun tidak di ajarkan dalam kelas khusus.
Yang menjadi guru dalam pengajian tersebut adalah Tgk. Tarmizi H.M. Daud al-Yusufi, salah satu guru senior di Dayah Mudi yang saat ini sudah mendirikan Dayah sendiri, LPI Najmul Hidayah al-aziziyah yang terletak di desa Cot Merak, Meunasah Subung, Kec. Samalanga yang terletak hanya sekitar 1 km dari Dayah Mudi Mesra sendiri. Lokasi pengajian di ruang pengajian dewan guru, Balee Beuton, komplek Dayah Mudi Mesra Putra.

Bagi yang ingin mendengar atau mengdownload pengajian tersebut silahkan ke website ARCHIVE .  
Namun kami mohon maaf, karena pengajian kitab ini dalam bahasa daerah yaitu bahasa Aceh.

File-file tersebut akan kami upload secara bertahap, namun ada beberapa pengajian yang tidak ada rekamannya karena tidak sempat di rekam dan ada juga yang file rekamannya yang hilang.

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

21 komentar untuk Download Pengajian Syarh Syamsiah - Ilmu Mantiq

Tgk.

Bagaimana surah qadhiyah muwajjahah bashiithah yg ada di kitab Syamsiah ?

Mhn pnjelasannya ..
Mksih..

Qadhiyah muwajjahah basithah adalah qadhiyah tunggal, artinya seperti yang tersurat maka begitulah fahamannya, jika yang tertulis mujabah maka disitu hanya ada meng isbatkan mahmul pada maudhuk.

Alhamdulillah Tgk. , sudah mengerti sekarang .

Terus bagaimana kita sebut hukum pada mujabah atau salibah bila tergolong dalam qadhiyah daruriyah muthlaqah ?

Contoh dalam kitab Syamsiah :

Biddaruurah kullu insaan hayaawan , falhukmu fiihi ?

Biddaruurah la syaia minal insaan bihajar , falhukmu fiihi ?

Mhn pnjelasan Tgk.
Mksih ..

Yang dinamakan dengan Qadhiyah Dharuriyah Muthlaqah adalah Qadhiyah yang dihukumi dharurah secara muthlaq, arti dharurah adalah wujub ‘aqli, arti wujub a’qli adalah akal tidak akan membenarkan kalau sesuatu itu tidak ada, arti muthlaq adalah tanpa ada syarat waktu tertentu dan sifat tertentu pada maudhuk, jadi fahaman dari biddharurah kullu insan hayawan adalah akal kita tidak akan membenarkan kalau sifat hayawaniyah ( Mutaharrik bi Al-iradah / Yang bergerak dengan ada kemauan ) tidak ada pada Zat insan tapi akal kita pasti membenarkan bahwa setiap zat insan bersifat dengan Hayawaniyah tanpa waktu tertentu dan tanpa harus si insan bersifat dengan sifat tertentu seperti bersifat dengan sakit dll. Begitu juga fahaman kebalikan Biddaruurah la syaia minal insaan bihajar.

Mksih ilmunya tgk .

Kalau qadhiyah muwajjahah murakkabah , apa seperti itu juga surahnya tgk ? Dan bagaimana contohnya qadhiyah murakkabah biar bagah muphum tgk ..

Qadhiyah Muwajjahah Murakkabah tidak sama fahamannya dengan Muwajjah Basithah. Qadhiyah Murakkabah adalah 1 Qadhiyah muwajjahah yang berposisi pada 2 qadhiyah, kalau yang tersurat Mujabah maka ada yang tersirat salibah, contoh nya yaitu Qadhiyah Masyruthah Khassah.

Oo bgitu tgk .. Thanks neh dah berbagi ilmu ..

Berarti kesimpulan yg bisa saya ambil dua ;

1. Qadhiyah bashithah adalah qadhiyah muwajjahah yang hukumnya bila mujabah mujabah saja , bila salibah salibah saja . dan yg dimaksud dharuriyah muthlaqah ialah qadhiyah yg hukumnya tetap mahmul atau nafi mahmul dari maudhu' wajib menurut aqal selama afrad maudhu'nya wujud .

2. Qadhiyah murakkabah adalah qadhiyah muwajjahah yang hakikat terdiri dari mujabah dan salibah , contohnya masyruthah khassah .

Bukan begitu Tgk ?

Tolong tgk tulis nama2 qadhiyah murakkabah beserta jihat2nya ??? ,, supaya bisa diaplikasikan beserta masing2 contoh2nya ..

Mksih ...

ya..tepat sekali...dalam postingan baru kami, ada tabel tentang qadhiyah muwajjah lengkap dengan contoh dan penjelasannya apakah murakab atau basithah.
Tabel Qadhiyah Muwajjah

Mantap Tgk sudah saya lihat , tapi rekaman pengajian syamsiah bahasa aceh sulit didownload dan macet2 .

Kalau dikalikan jumlah hamliyah dengan qadhiyah muwajjahah , lalu dikalikan lagi dengan hakikiyah kharijiyah , maka kira-kira jumlah hamliyah jadi berapa ya tgk ?

Qadhiyah Hamliyah ada 8, dilihat dari sisi haqiqiyah dan kharijiyah maka 8x3=24, di kali 3 karena qadhiyah Hamliyah dilihat sisi maudhuk ada/tidak terbagi 3, pertama maudhuknya ada pada zihin saja maka namanya zihniyah, kedua ada pada kharij saja maka namanya kharijiyah, ketiga ada pada zihin dan kharij maka namanya hakikiyah. Setelah ini kemudian 24x13(jumlah qadhiyah muwajjahah)=312.

Awal2nya Qadiyah muwajjahah hitung dulu tgk , pertama basithahnya berapa , kedua murakkabah nya berapa , baru ditambah . dan selanjutnya baru masuk ke proses perkalian ...

Pembahasan 'uduul wa attahshiil di Syamsiah tgk perdalam lg untuk mengetahui jumlah Hamliyah . baru tgk kalikan dgn qadhiyah muwajjahah dan hakikiyah kharijiyah .

Qadiyah basithah ada 7 dan murakkabah ada 6 maka jumlahnya 13. kami kali kan dengan 8 ( jumlah hamliyah ) diatas tanpa dilihat dr sisi tahsil dan 'udul, kalau dilihat dari tahsil dan 'udul maka jumlahnya 64 hasil dari 8x 6, 6 ini jumlah tahsil dan 'udul yaitu pertama : tahsil pada maudhuk, kedua : tahsil pada mahmul, ketiga : tahsil pada maudhuk dan mahmul, begitu juga 'udul.

pembagian pada qadhiyah ma'dulah dan muhashshilah akan bisa berbeda2 menurut i'tibar yang berbeda..sebelumnya tidak kami kalikan dengan i'tibar 'udul dan tahshil karena yang tgk tanyakan hanyalah hamliyah secara mutlaq...

Menrik..Jarang bisa nyimak diskusi tentang qadhiyah muwajjahah di internet dalam bahasa Indonesia, penanya yang hadir dengan Anonymous tampaknya cukup paham tentang seluk beluk qadhiyah muwajjahah...bahkan tak tertutup kemungkinan setiap pertanyaannya sudah ada jawaban dari beliau sendiri..lanjutkan..kami nyimak aja...

Basithah 8 , murakkabah 7 tgk lbm .

Basithah :
1. Daruriyah muthlaqah
2.Daimah muthlaqah
3.masyruthah 'aammah
4.'urfiyah 'ammah
5.Muthlaqah 'aammah
6.Mumkinah 'aammah
7. Waqtiyah muthlaqah
8. Muntasyirah muthlaqah

Almurakkabah :
1. Masyruthah khassah
2. 'Urfiyah khassah
3.wujudiyah laa dharuriyah
4.Wujudiyah laa daaimah
5. Waqtiyah
6.Muntasyirah
7. Mumkinah Khassah

Jadi Jumlah 15 , bukan 13 tgk ...

Alhamdulillah, maka dengan perhitungan tgk ini, kami bisa mengetahui di mana letak kesalahan paham tgk...Kami menyimpulkan jumlah qadhiyah muwajjahah 13 adalah yang biasa di bahas oleh ulama Mantiq. Coba tgk teliti membaca dalam postingan kami di Qadhiyah Muwajjahah Dalam Ilmu Mantiq. Di situ ada kalimat "yang biasa di bahas oleh ulama mantiq". Maka 13 inilah yang kami angkat. Untuk alasan di pilih hanya 13 ini saja bisa tgk baca di kitab Syarah Syamsiah . Sedangkan kalau bukan yang biasa di bahas oleh ulama mantiq, maka jumlahnya bisa mencapai 15 bahkan Imam Sanusi menambahkan 4 qadhiyah muwajjahah yang lain. Imam al-Quthub sendiri mengatakan bahwa jumlah bilangan qadhiyah muwajjahah itu tidak terbatas, cuma yang biasa di bahas oleh ulama mantiq adalah 13. Inilah yang kami katakan sebelumnya bahwa jumlah qadhiyah muwajjahah akan berbeda-beda menurut i'tibarnya masing2.

kok tgk anonimos ngak nyambung lagiii

Ouh , maaf baru dilihat lagi . lg sibuk belajar jurumiyah . kalau itu jawabannya , berarti tgk. Lbm atau Gurunya tgk. Lbm , mesti ngulang Syamsiah di kubah Abuya Muda Waly .

Sekian .

Terima Kasih yang besar atas kontribusi dan juga nasehatnya semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang berilmu dan mengamalkan ilmu tersebut...Amiin..

Tgk LBM, dari awal kehadirannya anonimos itu sangat tidak beretika, ia pasti pernah belajar di pondok, namun sama sekali tidak menunjukkan sikap seorang santri. Seharusnya diskusi berlangsung dengan baik.
Beberapa hal yang menunjuki kepada bahwa anonim tersebt tidak punya niat baik:
1. menyembunyikan identitasnya.
2. tampak dari pertanyaannya adalah hanya sekedar untuk ngetes aja.
2. Hanya menyalahkan jawaban pihak lbm tanpa mau memperhatikan bagaimana maksud jawaban tgk lbm, namun ternyata akhirnya ia kurang teliti
3. Ketika sudah nyata ia salah, maka ngambek dengan menyuruh belajar lagi.
4. pernyataan mengulang lagi di tujukan kepada "guru tgk lbm", ini menunjukkan anonim ini tidak punya etika sama sekali. Seorang santri yang punya etika ketika berdiskusi tidak akan mengeluarkan kata2 seperti itu.
5. Kata2 "lg sibuk belajar jurumiyah" bertujuan untuk memperolok2, seolah2 ia hanya mentahqiq jarumiyah saja tapi pemahamannya melebihi syamsiah..

bagi setiap pembaca pasti bisa melihat sikap angkuh anonim ini...

salut dgn admin terbuka dan menerima kritik , Mau ngetes ato tidak itu terserah anonymus . krna jawabannya admin cukup bagus . Ilmu manteq luas dan diberi kebebasan berpikir dan juga mengambil pendapat . sehingga jika kita mengambil pendapat si A bukn berarti menyalahkan pendapat si B . namanya juga mantiq disuruh saling menghargai .