Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Menambah رَبِّ اغْفِرْ لِيْ Sebelum Amin Bagi Makmum

Deskripsi Masalah :

Didalam shalat setelah selesai  membaca surat Al Fatihah sebelum mengucapkan Amin  ada kesunnahan untuk membaca do'a   رَبِّ اغْفِرْ لِيْ  sebagai doa keampunan bagi diri sendiri dan orangtua. Dalam kondisi shalat jamaah disunnahkan bagi Imam dan Makmum untuk mengucapkan Amin setelah bacaan Al Fatihah.

Pertanyaan:

Apakah membaca do'a  رَبِّ اغْفِرْ لِيْ  tetap ada kesunnahan bagi Makmum atau kepada Imam Saja?

Jawaban:

As-syarif Al 'alamah Thahir Bin Husain berkata : Terhadap makmum tidak ada tuntutan membaca doa  رَبِّ اغْفِرْ لِيْ, bagi Makmum hanya disunnahkan Amin saja.


Bughyatul Mustarsyidin Hal 73 Maktabah Darl Fikri

فائدة : قال الشريف العلامة طاهر بن حسين : لا يطلب من المأموم عند فراغ إمامه من الفاتحة قول رب اغفر لي ، وإنما يطلب منه التأمين فقط ، وقول ربي اغفر لي مطلوب من القارىء فقط في السكتة بين آخر الفاتحة وآمين اهـ. وفي الإيعاب : أخبر الطبراني عن وائل بن حجر قال : رأيت رسول الله دخل الصلاة فلما فرغ من فاتحة الكتاب قال : آمين ثلاث مرات ، ويؤخذ ممن ندب تكرير آمين 
ثلاثاً حتى في الصلاة ، ولم أر من صرح بذلك اهـ.


Panduan Haji : Simak Penjelasan Abu MUDI 









Beberapa Adab Berzikir

Dalam kitab Manhajus salik karya Syekh Aly Marshafy disebutkan ada beberapa syarat dan adab yang harus diperhatikan dalam berzikir diantaranya:

1. Taubat, hakikat taubat ialah meninggalkan semua sesuatu yang tidak bermanfaat baginya baik perkataan ataupun perbuatan dan ingin berubah sesudah menyesali.

2. Selalu dalam keadaan suci yaitu mandi dan wudhuk, Imam balaly رحمه الله تعالى dalam mukhtashar al-ihya berkata : Dalam syarat kedua juga harus menyucikan batinnya dan menghadap kiblat.

3. Senantiasa hatinya dalam semangat ketika sudah memasuki zikir.

4. Hendak meninjau zikirnya bersumber dari gurunya, dan gurunya bersumber dari Rasulullah SAW.

5. Duduk ditempat yang suci.

6. Mengharumkan majlis zikir dengan wewangian, karna di majlis zikir selalu ada malaikat dan jin muslim.

7. Memakai pakaian yang bagus, punya sendiri dan wangi.

8. Membayangkan gurunya ada dihadapannya, ini menurut ulama ialah seberat-berat adab.

9. Jujur, yaitu sama kondisi kita baik dalam kesendirian ataupun khalayak ramai, jujur ini seperti pedang, setiap diletakkan diatas sesuatu pasti akan memutuskan sesuatu tersebut.

10. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari tiap-tiap semak (tipuan), dengan jujur dan ikhlas orang yang berzikir akan sampai ke derajat sidqiyyah, yaitu memunculkan semua yang tergores dalam hatinya baik kebaikan atau keburukan syaikhnya, dikarnakan ini para ulama berkata : bukanlah dari syarat syaikh untuk mengetahui batin muridnya akan tetapi syarat murid ialah mengingat semua yang tergores dalam hatinya yang ada pada syaikhnya, jika ia tidak memunculkan hal tersebut, maka ia adalah orang yang berkhianat, sedangkan Allah SWT tidak suka kepada orang-orang yang berkhianat.

11. Memilih dari zikir akan lafadz "لا اله الا الله" beserta mengagungkan dengan penuh kekuatan secara besar suara.

Syarah ratib Hal : 22-23

Pesan Imam Al Haddad, ABi MUDI




Mimpi Jima’ Tapi Tidak Mengelurkan Mani


Deskripsi Masalah:

Dalam Islam tanda seseorang telah mencapai umur baligh bisa dilihat dengan 2 hal, yakni dengan keluarnya mani adakala keluar maninya dengan sebab ihtilam (mimpi basah) atau dengan jalan lainnya. Adapun yang kedua dengan jalan umur, yaitu laki-laki dan perempuan yang sudah mencapai umur 15 tahun.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan seseorang yang hanya mimpi jimak saja tanpa mengeluarkan mani?

Jawaban:

Mimpi melakukan jimak tanpa mengeluarkan mani tidak mewajibkan mandi janabah, karena mandi hadas besar itu diwajibkan karena keluar maninya, bukan mimpinya.

-Syarah Kasyifatul Syaja Hal 23

ولا يجب الغسل بالاحتلام إلا إن أنزل

-Al Hawi Kabir Juz 2 Hal 314 Maktabah Syamilah

(مسألة) قال الشافعي رضي الله عنه: " فمن احتلم أو حاض أو استكمل خمس عشرة سنة لزمه الفرض
قال الماوردي: وهذا صحيح. أما البلوغ في الغلمان، فقد يكون بالسن والاحتلام، فأما الاحتلام فهو الإنزال، وهو البلوغ لقوله تعالى: )وإذا بلغ الأطفال منكم الحلم (


Apa Itu WAHABI? Simak Penjelasan Abu MUDI 





Orang Terlahir Tuli Dan Buta, Taklifkah?

Deskripsi Masalah:

Taklif adalah adalah tuntutan hukum dari syara’, seseorang yang mukallaf (baligh dan berakal) dituntut oleh syara’ untuk mengerjakan suruhan dan meninggalkan larangan. Dalam mengerjakan sebuah tuntutan dan bisa mengetahui larangan secara adat harus melalui proses belajar ilmu pengetahuan agama. 

Pertanyaan:

Bagaimanakah status orang yang terlahir dalam keadaan buta dan tuli? Yang mana orang ini tidak bisa belajar mendapatkan ilmu agama.

Jawaban:

Orang yang terlahir dalam keadaan tuli dan buta tidak ada tuntutan hukum kepada orang tersebut (taklif) hal ini karena mereka tidak ada jalan untuk mengetahui ilmu syariat. Hal ini walaupun seseorang yang tuli dan buta itu bisa berbicara, karena seseorang yang mampu bicara tidak dapat belajar ilmu agama..

Nihayatuz Zain, Juz 1 hal 9 Cet,  Darul Fikri

ﻣﻜﻠﻒ ﺃﻱ ﺑﺎﻟﻎ ﻋﺎﻗﻞ ﺳﻠﻴﻢ ﺍﻟﺤﻮﺍﺱ ﺑﻠﻐﺘﻪ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻓﻼ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﺻﺒﻲ ﻭﻻ ﻋﻠﻰ ﻣﺠﻨﻮﻥ ﻟﻢ ﻳﺘﻌﺪ ﺑﺴﺒﺐ ﺟﻨﻮﻧﻪ ﻛﻤﻦ ﻭﺛﺐ ﻭﺛﺒﺔ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﺑﻬﺎ ﺯﻭﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﻭﻻ ﻋﻠﻰ ﺳﻜﺮﺍﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻣﺆﺛﻢ ﻟﻌﺪﻡ ﺗﻜﻠﻴﻔﻬﻢ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻘﻠﻢ ﻋﻦ ﺛﻼﺙ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﻴﻘﻆ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺼﺒﻲ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﺒﺮ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻤﺠﻨﻮﻥ ﺣﺘﻰ ﻳﻌﻘﻞ ﺃﻭ ﻳﻔﻴﻖ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭﻣﻦ ﻧﺸﺄ ﺑﺸﺎﻫﻖ ﺟﺒﻞ ﻭﻟﻢ ﺗﺒﻠﻐﻪ ﺩﻋﻮﺓ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻏﻴﺮ ﻣﻜﻠﻒ ﺑﺸﻲﺀ .ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻦ ﺧﻠﻖ ﺃﻋﻤﻰ ﺃﺻﻢ ﻓﺈﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻜﻠﻒ ﺑﺸﻲﺀ ﺇﺫ ﻻ ﻃﺮﻳﻖ ﻟﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻧﺎﻃﻘﺎ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﻤﺠﺮﺩﻩ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﻦ ﻃﺮﺃ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻟﻚ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻜﻠﻒ ﻭﻟﻮ ﺃﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻟﻢ ﺗﺒﻠﻐﻪ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻷﻧﻪ ﻣﻨﺰﻝ ﻣﻨﺰﻟﺔ ﻣﺴﻠﻢ ﻧﺸﺄ ﺑﻌﻴﺪﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﻦ ﺧﻠﻖ ﺃﻋﻤﻰ ﺃﺻﻢ ﻓﺈﻧﻪ ﺇﻥ ﺯﺍﻝ ﻣﺎﻧﻌﻪ ﻻ ﻗﻀﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻪ ﺃﻫﻠﻴﺔ ﺍﻟﺨﻄﺎب



Berdehem Saat Buang Hajat

Deskripsi masalah

Berbicara atau ngobrol disaat buang hajat, termasuk suatu hal yang tidak dianjurkan (makruh) syara'. Fenomena yang terjadi WC umum, ketika dari luar ada yang mau masuk dan mengetuk pintu, orang yang berada di kamar WC tersebut hanya bersuara dengan berdehem sebagai tanda ada yang sedang buang hajat. 

Pertanyaan:

Bagaimana hukum berdehem ketika sedang buang hajat apakah makruh seperti halnya bicara?

Jawaban:

Tidak makruh, karena berdehem tidak termasuk dalam bicara.

Referensi:

حاشية الجمل الجزء 1 صحـ : 88 مكتبة دار الفكر

وهل من الكلام ما يأتي به قاضي الحاجة من التنحنح عند طرق باب الخلاء من الغير ليعلم هل فيه أحد أم لا؟ فيه نظر والأقرب أن مثل هذا لا يسمى كلاما وبتقديره فهو لحاجة وهي دفع دخول من يطرق الباب عليه لظنه خلو المحل اهـ ع ش على م ر 


Memakai Cadar Budaya Atau Syari'at? 

Simak Penhelasan Abi MUDI :




Fadhilah Surat Al Baqarah


Surah Al baqarah adalah surah ke 2 dalam Al-Qur'an. Surah yang terdiri dari 286 ayat ini  tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an

Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Imam Ibnu ‘arabi berkata : Didalam surat Al baqarah terdapat seribu perintah dan larangan dan terdapat pula seribu hukum dan khabar (berita). Imam Muslim meriwayatkan satu hadist  dari Abi Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

لا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقابِرَ. إنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ

 “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, karena sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibaca surat al-Baqarah di dalamnya.”

Dalam riwayat lain Nabi Sallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ان لكل شيء سناما وإن سنام القرآن سورة البقرة

“Setiap sesuatu punya punuk, punuknya Al quran surat AL baqarah”


-Hasyiah As-shawi ‘ala Tafsir Jalalain Juz 1 Hal 21 Cet. Haramaian

Bolehkah Berdebat di medsos Mengenai Masalah Agama?
SImak penjelasan Abi  MUDI






Imam Abu Laits : Tanda Takut Allah


Berkatalah Imam Abu laits yang bahwasanya tanda seseorang itu takut kepada Allah yaitu dengan menjaga anggotanya yang tujuh : 

1. ​Lisan


Termasuk anggota 7 yang pertama adalah lisan, menjaga lisan dari berbohong, ghibah (upat), namimah (adu domba), dusta dan berbicara yang tidak manfaat. Agama menganjurkan agar lisan digunakan dalam hal-hal baik yang diridhai Allah seperti membaca Al quran, melihat ulama dan orang shalih dan membaca kitab-kitab.

​2. Hati
Hati termasuk bagian yang sangat sukar untuk dijaga ketimbang anggota lainnya, hal ini karena ada beberapa hal terkadang anggota dhahirnya mampu menjaga namun hatinya tetap akan merasa iri dengki dan penyakit hati lainnya.
3. Pandangan

Mata diperintahkan untuk membaca Al quran, membaca kitab, dan hal-hal lain yang diridhai Allah SWT. Jangan mempergunakan kepada hal-hal keji, seperti melihat perempuan yang ajnabiyyah, melihat

4. Perut


Menjaga perut agar tidak masuk makanan yang haram. Dalam hal ini Imam Ghazali mengatakan

5. Tangan


Menjaga tangan dari perbuatan haram dan menggunakannya pada ta'at Allah.

6. Langkah


Menjaga langkah dari ma'siat kepada Allah.

7. Ta'at

Menjadikan keta'atannya khusus kepada Allah SWT. Bukan melakukan ibadat karena lainnya.

Mukasyafatul Qulub Hal 9 - 10.

Kisah Cinta Kepada Sang Rasul

Ada seseorang perempuan keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh pelajaran islam dari Nabi SAW bersama para sahabat lain. Di pertengahan ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya, Ia bertanya:”Hai perempuan yang mulia, hendak kemana kamu?”.Ia menjawab:
”Aku hendak menghadap Rasulullah SAW untuk mendapatkan pengajaran dari beliau”.Balas pemuda : ”Apakah dirimu cinta benar terhadap nabi SAW?”. Ia menjawab:”Ya, Aku sangat mencintainya”.
”Kalau kamu benar-benar cinta kepada Rasulullah aku minta supaya engkau membuka cadarmu, agar aku bisa melihat wajahmu”.

Manakala anak muda itu bersumpah-sumpah demi kecintaan perempuan itu kepada Rasulullah SAW, maka perempuan itu tadi membuka cadarnya, Anak muda itu dapat melihat dengan jelas wajahnya.
Setelah kembali dari pelajaran agama, perempuan itu tadi memberi tahu pada suaminya tentang peristiwa yang di alaminya bersama seorang pemuda, ketika suaminya mendengar penuturan cerita istrinya maka hatinya bimbang:”Hal itu perlu di uji kebenarannya. Agar aku puas dan jelas persoalannya”.

Lalu suami perempuan itu membuat perapian yang sangat besar dimasukkan kedalam tungku. Tungku itu biasanya di gunakan untuk memasak roti, yang menyerupai sebuah kentongan. Suami perempuan itu menunggu beberapa saat agar api membesar.
Ketika jilatan api telah membesar maka suaminya berkata:

”Demi Kebenaran Rasulullah SAW, masuklah kamu kedalam tungku itu!”.

Begitu istrinya mendengar suaminya bersumpah yang meminta dirinya agar masuk kedalam tungku yang membara, tanpa ragu ia masuk kedalamnya. Ia tidak memperdulikan lagi nyawanya demi kecintaannya kepada Rasulullah SAW.

Manakala suami perempuan itu melihat istrinya benar benar masuk kedalam tungku dan lenyap di selimuti jilatan api, timbullah penyesalan di dalam hatinya. ia menyadari behwa apa yang di katakan itu benar, maka suami perempuan itu tadi menghadap Rasulullah S.A.W. Ia menceritakan kejadian yang berlangsung. Nabi SAW bersabda:”kembalilah. Bongkarlah tungku itu”. Ia segera kembali dan membongkar tungku itu yang masih panas, ternyata di balik tungku itu ia menemukan istrinya dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun. Hanya sekujur tubuhnya basah oleh keringatnya sendiri, bagaikan orang yang sedang mandi air panas.Demikian kelebihan yg Allah berikan kepada org yang benar-benar mencintai sang Rasul.

- Uqudullujain

Memuliakan Tamu, Simak Penjelasan Abiya MUDI



Kisah Kusyu' Rabi' Bin Khaytsum

Khusyu' adalah kosongnya hati dari hal-hal yang dapat melalaikan dari mengingat kepada Allah SWT, hati dan fikiran hanya fokus kepada Allah dan tidak kepada yang lain.
Kekhusyukan ini tidak hanya terdapat pada ibadah sembahyang, tetapi pula di realisasikan dimana saja dan kapan saja, terutama ketika menghadap kepada Allah dengan berdzikir dan ibadah ibadah lain nya.

Al kisah, terdapat seorang ulama bernama Rabi' bin khaytsum, seluruh manusia di sekeliling nya menganggap nya adalah orang buta, karena setiap hari beliau menundukkan kepalanya dan menjaga pandangan.
Pernah suatu hari, beliau berangkat ke tempat tinggal sahabatnya yang bernama Ibn Mas'ud, ketika hampir Sampai, budak ibn Mas'ud melihat nya dari kejauhan dan berkata kepada tuannya "tuan, teman mu yang buta akan datang kesini", mendengar perkataan tersebut, Ibn Mas'ud tertawa karena mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Tiba lah Rabi' bin khaytsum dirumah kawan nya dan mengetuk pintu rumah, pintu di buka oleh budak ibn Mas'ud dan seperti biasa nya, rabi bin khaytsum tetap menunduk kan kepalanya. Setelah Ibn Mas'ud melihat beliau, Ibn Mas'ud berkata "و بشر المخبتين", sungguh demi Allah, seandainya nabi Muhammad SAW melihat mu,beliau akan sangat bahagia".]

Pada suatu hari,  mereka berjalan ke suatu tempat, tatkala Rabi' bin khaytsum melihat kobaran api yang sangat besar, tiba tiba beliau pingsan dan jatuh tersungkur ke tanah.kemudian, Ibn Mas'ud mengangkat beliau dan di bawa ke rumah nya,beliau duduk di samping kepala Rabi' hingga waktu shalat tiba.ketika tiba nya waktu shalat, Rabi' masih dalam keadaan pingsan satu hari penuh,dan tertinggal 5 waktu sembahyang. Kemudian, ketika Ibn Mas'ud terjaga beliau berkata "Demi Allah,ini lah ketakutan yang sebenarnya"

-Ihya' 'Ulumuddin Hal 171 Juz 1 Cet, Haramain


Kelebihan Bershalawat Dan Zikir

Dalam menaggapi persoalan umat , terutama dibulan maulid (rabbiu'l awal) ini, selalu ada pertanyaan seputaran yang berkenaan dengan maulid nabi SAW, diantaranya adalah bershalawat dan zikir manakah yang lebih afdhal

kami kutip dalam kitab Masalikul khufa' ila syarhil shalawati a'lal musthafa karya imam al hafidh abi a'bas ahmad bin muhammad bin abu bakar al qasthalani (851 s/d 923 H).

كما قاله بعضهم _ ان الصلاۃ عليه صلی الله عليه وسلم من ذكر الله تعالی , فلا يختلج فی فكرك ما تفوه به من ان الصلاۃ علیه صلی الله علیه وسلم ليست من ذكرالله تعالی, توطءۃ علی ترك الصلاۃ علیه وسلم , واراد بذلك الاقلا.

قال : وهذا _ والعياذ باالله _ خروج من داءرۃ العلم الی حضيض الجهل, ففی الخبر ان الله تعالی قال :( يا محمد من زكرك زكرني) .

وليست كيفيۃ من كيفيات الصلاۃ صلی الله علیه وسلم الا و فيها اسم من اسماء الله تعالی او صفۃ من صفاته , و كيف يكون ذاكرا اسما من اسماء الله تعالی او صفۃ من صفاته , و هو غير ذاكر لله تعالی ..؟  فالقيام بالصلاۃ علیه صلی الله علیه وسلم, قيام بامر الله تعالی حين امر بالصلاۃ عليه صلی الله عليه وسلم , فالقيام بالامر زكر لاءمر.


Bershalawat kepada nabi Muhammad SAW, juga bagian dari zikir, dan yang mengatakan bershalawat bukanlah zikir, ini merupakan salah satu pendapat yg berasumsi untuk meninggalkan shalawat kepada nabi Muhammad SAW.

-Masalikul khufa' ila syari'l shalah a'lal musthafa hal 126 s/d 127 Cet, Darul kitab il'miah

Pengajian TASTAFI Bersama Abu MUDI






Fatawa Ulama : Ayah Mengambil Kembali Harta Hibah Bagi Anak

Pertanyaan: Saya ditanya tentang seorang lelaki yang memberi (hibah) kepada anaknya sebatang pohon kurma dengan pemberian sesuai dengan syariat  dengan ijab dan qabul, kemudian anaknya menerima hibah tersebut sesuai dengan ketentuan syariat dengan izinnya,  kemudian bercampur kepemilikan kurma tersebut dengan orang lain dengan pencampuran yang tidak bisa dibedakan miliknya dengan milik orang lain kemudian ayahnya ruju' atau mengambil kembali pohon kurma tersebut, apakah sah ruju' atau tidak? 

Saya menjawab:

Jika pencampuran kepemilikan tersebut dengan pohon kurma ayahnya, maka sah ruju'nya, dan jika bercampur dengan orang lain selain ayahnya maka tidak sah ruju' ayahnya.



مسألة [ ۱۰۸ ] : سئلت عن رجل ملك ولده نخلاً تمليكاً شرعياً بإيجاب وقبول ، وتسلم ذلك تسملا شرعياً بإذنه ، ثمّ اختلط المذكور بغيره اختلاطاً لا يتميز بعضه من بعض ، ثم رجع الأب عن التمليك ، فهل يصح رجوعه أم لا ؟ فأجبت : إن كان اختلاطه بنخل الأب صح رجوعه ، وإن كان بنخل لغيره لم يصح الرجوع ، والله أعلم . 



Fatawa I'raqi Hal 324 Cet, Darl Fatah

Bahaya Aliran Wahabi Takfiri. Simak Penjelasan Abu MUDI





Besarnya Pahala Shalawat

Syekh Abdur Rahman Al-Idrus menuqil dalam kitab Syarh Shalati Sayyidi Ahmad Al-Badawi dari sebagian Al-Arifin

Ulama sepakat bahwasanya semua amal itu kemungkinan Ada yg diterima dan ada yg tertolak kecuali shalawat pada Nabi صلى الله عليه وسلم, sesungguhnya shalawat pada nabi pasti diterima oleh Allah Swt karena memuliakan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Syekh Al-Imam Muhammad Abul Mawahib As-Sadili beliau berkata: Aku bermimpi Rasulullah صلى الله عليه وسلم, aku bertanya " Ya Rasulullah...! Allah membalas 10 shalawat bagi orang yang membaca shalawat padamu satu kali, apakah itu untuk orang yang hatinya hadir (khusu')? Nabi menjawab tidak, bahkan Balasan 10 shalawat dari Allah itu untuk setiap orang yg membaca shalawat padaku walau dalam keadaan Lupa (lalai). Allah akan memberikan sebesar gunung dari para malaikat yg akan mendoakan dan memohonkan ampun baginya. Adapun jika bershlawat dgn hati yg khusu' maka yg tahu terhadap pahalanya hanya Allah (dari banyaknya)

Kitab Syaraful Amjad Fi Wujubi Mahabbati Sayyidina Muhammad, Hal. 211

Hukum Memakai Cadar, Simak penejelasan Abu MUDI



Mengidentifikasi Dan Membenarkan Karamah Pada Wali

Karamah merupakan kejadian yang bersifat asumtif didalam rasio yang hanya dimiliki oleh para wali. Karamah juga merupakan indikasi kebenaran seseorang, indikasi ini selalu tampak dalam hal ihwalnya. Argumentasi yang memberikan petunjuk bahwa Allah memberikan definisi batasan batasan kepada hamba sehingga dapat membedakan antara seorang wali ataupun bukan, konteks ini dinamakan dengan Karamah.

Karamah merupakan aktivis yang bertolak belakang dengan adat kebiasaan manusia. Para ulama membedakan antara karamah dan mukjizat. Mukjizat adalah argumentasi tentang kebenaran para nabi yang tidak akan diketemukan oleh selain mereka sebagaimana kekuatan rasio. Sedangkan karamah merupakan argumentasi kebenaran seorang wali.

Tetapnya karamah pada wali meupakan sesuatu yang boleh terjadi baik pada masa hidupnya ataupun ketika telah meninggal. Dan tidak diperdapat pendapat pada mazhab yang 4 tentang menafikan karamah pada seorang wali. Oleh karena itu,sebahagian menyatakan ''siapa saja yang yang tidak nampak karamah nya setelah meninggal sebagaimana pada masa hidupnya, maka ia tidak benar''
berujuk terhadap kisah ashabul kahfi yang merupakan aulia Allah,mereka melarikan diri dari kedhaliman raja mereka dan mereka masuk kedalam gua dan menetap didalamnya degan tiada makan dan minum, dan mereka tertidur selama 309 tahun lamanya dengan tiada disertai rasa sakit. Dan beranjak pula terhada kisah 'Ashif yang merupakan seorang perdana mentri nabi sulaiman,ia mengetahui ismul A'zham Allah swt,dengan berkata kepada Sulaiman ''lihatlah ke langit'' maka nabi sulaiman melihatnya dan Ashif pun berdoa kepada Allah agar mendatang kan istana ratu Balqis dan ketika nabi Sulaiman mengalihkan pandangan nya dari langit,tanpa ia sadari istana tersebut sudah berada di depannya.

Dan pula cerita Abdullah Bin Syaqiq, tatkala lewat satu awan diatasnya maka ia berdoa ''Demi Allah,Aku bersumpah atas engkau waha awan agar engkau menuruni hujan''. Maka turun lah hujan diketika itu.

Ini semua adalah hikayah-hikayah yang membuktikan adanya karamah terhadap para wali wali Allah.

-Tuhfatul murid Syarah matan Jauharah Tauhid


Mengenal Musa As-Samiri

Pada zaman fir'aun, lahirlah dua orang yang bernama Musa. Yang pertama adalah Musa bin Imran, yang kelak akan menjadi Rasul. Sedangkan yang kedua adalah Musa As-samiri, yang kelak akan menjadi seorang munafiq dan penyembah patung.

Keduanya mempunyai masa lalu yang tidak jauh berbeda, yaitu sama-sama ditinggalkan oleh ibunya masing-masing.

Musa bin Imran ditinggalkan oleh ibunya dengan cara dihanyutkan ke sungai karena takut disembelih oleh Fir'aun. Sedangkan Musa As-samiri adalah anak hasil perzinahan. Ia dilahirkan dan ditinggalkan oleh ibunya di sebuah gunung karena merasa takut terhadap kemarahan kaumnya. Atas kasih sayang Allah SWT, maka diutuslah malaikat Jibril untuk merawat Musa As-samiri.

Semenjak diasuh oleh malaikat jibril, Musa As-samiri menyusui melalui jari-jari malaikat Jibril yang mengeluarkan susu, sehingga ia mengenal siapa Jibril dan mengetahui rahasia bahwa bekasan telapak kuda Jibril dapat menghidupkan benda mati. Maka ia menyimpan tanah kering bekasan kuda malaikat Jibril yang pada kemudian hari ia letakkan di dalam patung sapi emas. Maka jadilah patung sapi tersebut seolah-olah  hidup, karena mengeluarkan suara seperti sapi pada umumnya dan disembah oleh sebagian pengikut nabi Musa yang membangkang.
Dalam sebuah syair disebutkan :

إذا المرء لم يخلق سعيدا من الازل # قد خاب من ربی وخاب المؤمل
فموسي الذي رباه جبریل کافر #  وموسي الذي رباه فرعون مرسل

“Jika seseorang tidak ditakdir berbahagia dalam hidupnya, maka gagal lah siapa yang terdidik dan memiliki cita-cita.”

“Musa (Assamiri) yang konon dipelihara Jibril menjadi orang kafir, sedangkan Musa yang dipelihara Firaun justru diangkat jadi rasul.”

Hasyiah as-sawi 'ala tafsir al-jalaini juz 1 Hal 51

قوله : (السامري) واسمه موسى وكان ابن زنا ولدته أمه في الجبل وتركته لخوفها من قومها، فرباه جبريل وكان يسقيه من أصبعه لبنا فصار يعرف جبريل، ويعرف أن أثر حافر فرس جبريل إذا وضع على میت يحيا، فاستعار حليا منهم وصاغه عجلا ووضع التراب في أنفه وفمه فصار له خوار، وكان السامري منافقا من بني إسرائيل فعكفوا على عبادته جميعا إلا اثني عشر ألفا.


Gambaran Sifat Waliyullah

Berikut ini adalah beberapa gambaran sifat hakikat Waliyullah:

1. Waliyullah merupakan hamba Allah yang shalih, yakni yang mulia di sisi Allah SWT. Keyakinan tauhid mereka begitu mantap dan mendalam, sehingga Akidah ketauhidan mereka bukan hanya sekedar ilmu saja, tetapi telah meningkat kepada penghayatan rohaniyah dan jasmaniyah. Itulah sebabnya Allah melimpahkan pemberian khusus yang bersifat rahasia kepada mereka berupa ilmu-ilmu katuhanan sebagai rahasia-rahasia yang di limpahkan Allah dalam hati mereka, ilmu tersebut ialah perdekatan hubungan mereka dengan Allah ,dan rahasia-rahasia sebagian alam ini yang diilhamkan kepadanya .
Manusia pada umumnya hanya melihat waliyullah sebagai manusia biasa, seperti sebagai petani, pedagang atau orang-orang yang tidak di hiraukan, maksud Allah menyembunyikan walinya itu supaya ilmu-ilmu makrifat yang di limpahkan kedalam hati para walinya terpelihara dengan baik

2. Mereka selalu mengingat Allah dalam setiap saat dan ketika mereka melihat kenyataan dari kejadian-kejadian pada makhluk seluruhnya itu memperlihatkan kehinaannya dan kerendahnnya dan kehambaannya kepada Allah , sehingga Allah membukakan bagi mereka rahasia kehidupan , itulah yang menyebabkan pemberian Allah kepada mereka itu bukan seperti pemberian Allah kepada manusia biasa seperti rezeki-rezeki yang umum kita lihat .

3. Mereka ingin terus meningkatkan ibadah mereka , hal ini bukanlah di dorong oleh sesuatu tetapi kehambaan mereka Kepada Allah lah yang mendorong mereka, dalam artian mereka telah sampai lahir dan bathin pada hakikat ikhlas, oleh karena itu mereka mendapat keberkahan dari Allah, apa yang mereka ucapkan juga apa yang mereka perbuat senantiasa mendapat petunjuk dari Allah


Al hikam, Abuya Prof muhibbudin Wali Hal 32 -36



Kesunnahan Basmalah

Deskripsi Masalah:

Dalam setiap melakukan suatu kebaikan,semisal membasuh tangan sebelum wudhu', makan dan membaca al quran,disunatkan membaca basmalah. Hanya saja ada sebagian orang yg mengganti  basmalah dengan arti dari Basmalah itu sendiri atau dengan menggunakan zikir lainnya

Pertanyaan:

Apakah membaca arti dari basmallah atau membaca zikir lainnya sebagaimana deskripsi diatas tetap mendapat kesunnahan?

Jawaban:

Tidak, karena kesunnahan membaca basmalah hanya bisa diperoleh dengan bacaan yang sudah di tentukan oleh syariat, yakni lafad Bismillah atau Bismillahirrahnanirrahim

Fiqh A’la Mazahbil Arba’ah Juz 1 Hal 67 Cet, Darl Hadist

واقل تسمية ان يقول بسم الله والا فضل أن يكمل التسمية فيقول بسم الله الر حمن الر حيم، ولا تحصل سنة التسمية الا بلفظ بسم الله او بسم اللله الر حمن الرحيم .فلو اتى بذكر غيرها فا نه لا يكون اتيا بالسنة لان الشارع قد طلب منه التسمية بخصوصها


Bagaimana Cara Niat Shalat Yang Benar? Simak Perjelasan Abu MUDI





Sayyid Abdul Qadir al Jailani : Macam - Macam Manusia


والناس الى اربعة اقسام كما قاله سيدي عبد القادر الجيلني قدس سره

Menurut Sayyid Abdul Qadir al Jailani manusia terbagi atas 4 macam golongan,yaitu

رجل لا لسان ولا قلب وهو العاصي الغر الغبي فاحزر ان تكون منهم ولا تقم فيهم فانهم اهل العزاب

(Pertama) Manusia yang tidak mempunyai lisan dan hati, Mereka adalah orang² yang suka bermaksiat , menipu serta dungu. Berhati - hatilah terhadap mereka dan janganlah berkumpul dengannya karena mereka adalah orang - orang yang mendapatkan siksa

رجل له لسان بلا قلب فينطق بلحكمة ولا يعمل بها يدعو الناس الى الله تعالى وهو يفر منه فابعد منه لئلا يخطفك بلذيذ لسانه فتحرقك نار معاصيه ويقتلك نتن قلبه 

(Kedua) Manusia yang mempunyai lisan tapi tidak mempunyai hati , ia suka membicarakan hikmah atau ilmu tetapi tidak mau mengamalkannya ,mengajak ke jalan Allah tetapi ia sendiri justru lari darinya. Jauhi mereka agar kalian tidak terpengaruh dengan ucapannya yang manis sehingga kalian terhindar dari panasnya kemaksiatan yang di lakukannya dan tidak akan terbunuh oleh kebusukan hatinya

رجل له قلب بلالسان فهو مؤمن ستره الله تعلى عن خلقه وبصره بعيوب نفسه ونور قلبه ، وعرفه غوائل مخلطة الناس وشؤم الكلام فهذا رجل ولي الله تعالى محفوظ فى ستر الله تعالى فالخير كل الخير عنده ودونه ومخلطه و خدمته فيحبك الله تعالى

(Ketiga) Manusia yang mempunyai hati tapi tidak punya lisan (tidak pandai berkata) yaitu orang - orang yang beriman yang sengaja di tutupi Allah dari makhluknya di perlihatkan kekurangannya di sinari hatinya di beritahukan kepadanya akan bahaya berkumpul dengan sesama manusia dan kehinaan ucapan mereka. Mereka adalah golongan kekasih Allah yang di jaga dari tirai ilahinya dan memiliki segala kebaikan. Berkumpullah dengan mereka dan melayani kebutuhannya niscaya kamu juga akan dicintai Allah

ورجل تعلم وعلم عمل بعلمه وهو العالم بالله تعلى و اياته استودع الله قلبه غرائب علمه و شرح صدره لقبول العلوم فاخذر ان تخالفه وتجنله وتترك الرجوع الى نصيحته

(Keempat) Manusia yang belajar ,mengajar dan mengamalkan ilmunya ,Mereka adalah orang yang mengenal Allah dan ayat nya. Allah memberikan hatinya ilmu-ilmu asing dan melapangkan dadanya agar mudah dalam menerima ilmu
Maka takutlah berbuat salah kepadanya, menjauhi dan meninggalakanya segala nasihatnya

- Nasaihul ibad Hal 26 Cet,  Darul kitab islamiyah

3 Hikmah Kisah Uwais AL Qarni, Simak Penjelasan Abi MUDI :



Silsilah Nabi Muhammad SAW

Silsilah nasab Nabi Muhammad Shallallhu 'alaihi wasallam dalam Kitab Sirah An-Nabawiyah Ibnu Hisyam :

1. Muhammad SAW
2. Ibn 'Abdullah
3. Ibn 'Abdul Muttalib (namanya Syaibah)
4. Ibn Hasyim (namanya 'Amr)
5. Ibn 'Abdi Manaf ( namanya Al-Mughirah)
6. Ibn Qushay (namanya Zaid)
7. Ibn Kilab
8. Ibn Murrah
9. Ibn Ka'ab
10. Ibn Lu'ay
11. Ibn Ghalib
12. Ibn Fihr
13. Ibn Malik
14. Ibn Nadhr
15. Ibn Kinanah
16. Ibn Khuzaimah
17. Ibn Mudrikah (namanya 'Amir )
18. Ibn Ilyas
19. Ibn Mudlar
20. Ibn Nizar
21. Ibn Ma'ad
22. Ibn 'Adnan
23. Ibn Udad
24. Ibn Muqawwam
25. Ibn Nakhur
26. Ibn Tairah
27. Ibn Ya'rubbin
28. Ibn Yasy-jub
29. Ibn Nabit
30. Ibn Isma'il
31. Ibn Ibrahim yang bergelar Kholilur Rahman
32. Ibn Tarih yaitu Azar
33. Ibn Nahura
34. Ibn Saru'a
35. Ibn Ra'wu
36. Ibn Falakh
37. Ibn 'Aibar
38. Ibn Syalakh
39. Ibn Arfakhsyadz
40. Ibn Sam
41. Ibn Nuh
42. Ibn Lamak
43. Ibn Mutawasy-likh
44. Ibn Ukhnukh yaitu Nabi Idris sebagaimana yang disangkakan.
45. Ibn Yardi
46. Ibn Muhlayil
47. Ibn Qainan
48. Ibn Yanisy
49. Ibn Tsits
50. Ibn Adam shallallahu 'alaihi wasallam.


ذِكْرُ سَرْدِ النَّسَبِ الزَّكِيِّ مِنْ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ، إلَى آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ هِشَامٍ ( النَّحْوِيُّ ) : هَذَا كِتَابُ سِيرَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَّلى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ . قَالَ : مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَاسْمُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ : شَيْبَةُ بْنُ هَاشِمٍ وَاسْمُ هَاشِمٍ : عَمْرُو بْنُ عَبْدِ مَنَافٍ وَاسْمُ عَبْدِ مَنَافٍ : الْمُغِيرَةُ بْنُ قُصَيٍّ ، ( وَاسْمُ قُصَيٍّ : زَيْدُ ) بْنُ كِلَابِ بْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ ، وَاسْمُ مُدْرِكَةَ : عَامِرُ بْنُ إلْيَاسَ بْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ بْنِ ( أُدٍّ ، وَيُقَالُ ) : أُدَدُ بْنُ مُقَوِّمِ بْنِ نَاحُورَ بْنِ تَيْرَحَ بْنِ يَعْرُبَ بْنِ يَشْجُبَ بْنِ نَابِتِ بْنِ إسْمَاعِيلَ بْنِ إبْرَاهِيمَ - خَلِيلِ الرَّحْمَنِ - بْنِ تَارِحٍ ، وَهُوَ آزَرُ بْنُ نَاحُورَ بْنِ سَارُوغَ بْنِ رَاعُو بْنِ فَالَخٍ بْنِ عَيْبَرِ بْنِ شالَخٍ بْنِ أرْفَخْشَذَ بْنِ سَامِ بْنِ نُوحِ بْنِ لَمْكَ بْنِ مُتَوَشْلِخَ بْنِ أَخْنُوخَ ، وَهُوَ إدْرِيسُ النَّبِيُّ فِيمَا يَزْعُمُونَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ، وَكَانَ أَوَّلَ بَنِي آدَمَ أُعْطَى النُّبُوَّةَ ، وَخَطَّ بِالْقَلَمِ - ابْنِ يَرْدِ بْنِ مُهْلَيِلِ بْنِ قَيْنَنَ بْنِ يانِشَ بْنِ شِيثِ بْنِ آدَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .







Download Kitab Karangan Syekh Muhammad Amin Harary

Syekh Muhammad Amin Harary (L 1348 - W  7 Rabiul Awal 1441 H) adalah salah satu ulama besar dari Ethopia, yang mengajar di Darul Hadits al-Khairiyyah dan pengajar di Masjidil Haram sebelum beliau disibukkan dengan menulis buku. Setelah beliau disibukkan menulis, beliau hanya mengajar di rumah yang dimulai dari ba’da shubuh sampai ba’da ‘isya akhir Waktu Mekkah, tidak kurang 600 sampai seribu santri hadir di majelis beliau. Beliau mengajarkan berbagai bidang keilmuan tidak kurang dari 27 cabang keilmuan dari kitab yang berbeda-beda.

Disini kami akan menampilkan beberapa diantara karya beliau dalam bentuk pdf, bagi yang minat boleh membuka link dibawah ini:

1.

2.
3.


4.


5.

6.

7.

8.

9.





Berkekalan Wudhu’ Meluaskan Rizki

Dalam islam sangat banyak hal hal sunnah yang bisa dikerjakan,  dan akan mendapatkan pahala disisi Allah SWT. Salah satu hal yang disunnahkan adalah berkekalan dengan wudhu'. Hal ini sebagaimana tertulis dalam kitab muraqil ubudiyah

يندب ادامة الوضوء لما ورد فى الحديث القدسي ياموسى اذا اصابتك مصيبة وانت على غير وضوء فلا تلومن الا نفسك

Disunatkan bagi manusia selalu dalam keadaan berwudu' karna telah datang dalam hadist qudsi
Wahai musa apabila engkau tertimpa suatu musibah padahal engkau tidak dalam keaadaan berwudu’ maka jangan engkau menyalahkan atau mencela orang lain kecuali dirimu sendiri
Nabi Muhammad saw pun pernah bersabda:

دم على الطهارة يوسع عليك الرزق

“Senantiaskanlah dalam keadaan wudhu' niscaya rizki akan diluaskan bagimu”

Maka jangan pernah menganggap sepele perbuatan baik sekecil apapun pèrbuatan itu, boleh jadi dengan itu sebagai pengantar kita ke surga.

- Muraaqil ubudiyah, Syekh Nawawi al jawi Hal 17

Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya, Simak Penjelasan ABU MUDI 



Keutamaan Sabar Ketika Musibah

Semua perjalanan kehidupan ini tentu tak selamanya dirasa indah. Dibalik sudut waktu yang tertentu, seringkali perjalanan kehidupan kita terasa sangat berat. Ada berbagai masalah yang hampir membuat kita menyerah. Namun demikian, untuk semua masalah kehidupan, seberat apapun itu, Allah ta’ala sudah memberi solusi yang terbaik, yaitu dengan bersabar dan bersyukur. Apapun takdir yang Allah berikan kita harus menerimanya, dan bertahan mencoba melewatiya. Karena bersabar merupakan pilihan terbaik yang mempunyai banyak keutamaan. Berikut adalah beberapa keutamaan dan kelebihan bersabar yang dapat kita pahami dari hadis Nabi Muhammad SAW.

Dengan bersabar Allah akan menjadikan hamba tersebut sebagai hamba pilihan. Allah akan menguji setiap hambanya, dan manakala mereka bersabar maka insyaAllah hamba tersebut akan menjadi hamba yang baik disisi Allah swt.

Nabi SAW bersabda: 

وقال عليه الصلاة والسلام: {إذَا أَحَبَّ الله عَبْدا ابْتَلاَهُ بِبَلاءٍ لاَ دَوَاءَ لَهُ، فإنْ صَبَرَ اجْتَبَاهُ، وإنْ رَضِيَ اصْطَفَاه}.

"Jika Allah mencintai seorang hamba maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar maka Allah memilihnya dan jika dia ridha maka Allah menjadikannya pilihan."

Sabar bukanlah pilihan yang terakhir setelah tidak ada apapun yang sanggup kita lakukan. Bahkan sabar adalah pilihan yang tepat dan utama untuk musibah apapun yang menimpa kita. Sabar adalah pilihan yang membuat orang-orang yang dilanda musibah menjadi selamat.

Nabi saw bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْر وَصِيَّةٌ مِنْ وَصَايَا الله تَعَالى في أَرْضَهِ، مَنْ حَفِظَهَا نَجَا، وَمَنْ ضَيَّعَهَا هَلَكَ}.

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Sabar itu salah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah ta'ala di bumi, barang siapa menjaganya maka dia selamat dan barang siapa menyia-nyiakannya maka dia celaka."

Allah membenci pada manusia yang tidak mau bersabar atas cobaan yang menimpanya. Karena sejatinya semua masalah kehidupan kita adalah takdir dan ketentuan dari Allah SWT. Dalam sebuah hadist Nabi menyampaikan bahwa orang-orang yang tidak mau bersabar atas cobaan dan tidak bersyukur atas nikmat maka mereka diperintahkan untuk keluar dari permukaan bumi ini.

Nabi saw bersabda:

وقال صلى الله عليه وسلم: {أَوْحَى الله تَعَالى إلى مُوسَى بنِ عمْرَانِ عَلَيْهِمَا السَّلامُ يَا مُوسَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بلائي وَلَمْ يَشْكُرْ نَعمائي فَلْيَخْرُجْ مِنْ بَيْنِ أَرضي وَسَمَائِي وَلْيَطْلُبْ لَهُ رَبّا سِوائِي}

"Allah ta'ala mewahyukan kepada Musa bin Imran -alaihimas salaam- : "Hai musa, barang siapa tidak ridha dengan takdir-KU, tidak bersabar atas cobaan-KU, tidak bersyukur atas nikmat-KU maka keluarlah dari antara bumi dan langit-KU dan carilah tuhan selain-KU".

Dalam hadis lain juga Nabi menyebutkan bahwa bersabar saat dilanda musibah akan mengangkat derajat sebanyak tujuh ratus derajat. Maka bersabar adalah sesuatu yang seharusnya tidak kita tinggalkan setelah dilanda musibah. Karena banyak hikmah yang ada didalamnya.

وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْرُ عِنْدَ المُصِيبَةِ بِتِسْعمَائة دَرَجَةٍ}.

Nabi Shllallhu alaihi wasallam bersabda :"Sabar ketika mendapat musibah itu memperoleh tujuhratus derajat.".

Bahkan untuk sabar yang sebentar saja itu pun lebih baik dari seisi dunia.

Nabi saw bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {صَبْرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيها}.


Nabi saw juga bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْرُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَوْجُهٍ: صَبْرٌ عَلَى الفَرَائِضِ، وصَبْرٌ عَلَى المُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى أذَى 
وقال عليه الصلاة والسلام: {إذَا حَدثَ عَلى عَبْدٍ مُصِيبَةٌ في بَدَنِهِ أوْ مَالِهِ أو وَلَدِهِ فاسْتَقْبَلَ ذٰلِكَ بِصَبْرٍ جَمِيلٍ اسْتَحْيَا الله يَوْمَ القِيَامَةِ أَنْ يَنْصِبَ لَهُ مِيزانا أوْ يَنْشُرَ لَهُ دِيوانا
تم الكتاب والحمد لله رب العالمين

"Ketika terjadi musibah pada seorang hamba, baik pada badannya, hartanya atau anaknya kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran yang baik maka pada hari kiamat Allah malu untuk memasang timbangan baginya dan malu untuk membentangkan buku catatan amalannya".

Dengan begitu, sudah menjadi keharusan bagi insan yang menjalani pahitnya kehidupan ini, bahwa bersabar adalah pilihan terbaik yang mempunyai banyak keutamaan entah itu di dunia atau di akhirat.
Mari menjadi insan yang baik dengan bersabar atas kehidupan ini. Bersabar tak hanya bertahan dari masalah, tapi sekaligus bersabar merupahan proses bertahan yang membuat kita mendapatkan banyak pahala dan keutaaman.

-Matan Tanqihul Qaul/Lubabul Hadits Karya Imam Suyuti, Bab Ke 40

Iadah Shalat Dhuhur Setelah Shalat Jum'at, Simak Penjelasan Abu MUDI:





Efek Negatif Terlalu Kenyang

Kehidupan manusia tidak terlepas dari mengkonsumsi makanan. Karena makanan merupakan sumber energi bagi manusia dalam melakukan berbagai aktivitas, baik energi bagi otak untuk berfikir, maupun energi untuk tubuh dalam beramal. Namun bagaimana cara kita dalam mengkonsumsi makanan yg baik menurut syara’, ini yang harus diperhatikan.

Dalam Islam di perbolehkan makan makanan yg halal dan baik untuk kesehatan, bahkan  hukumnya bisa jadi wajib bila kita makan hanya untuk mempertahankan hidup, dan agar sanggup melakukan perintah- perintah yg wajib. Dan juga sunat bila kita makan agar mampu melakukan hal hal yg di sunatkan.

Tapi bagaimana bila kita makan tanpa tujuan yg dianjurkan syara’  dan apa efeknya?

Syara’ menganjurkan kepada kita agar makan tidak melebihi ⅓ isi perut ataupun hingga kenyang, karena ada beberapa efek dari mengkonsumsi makanan hingga terlalu kenyang.

1.keras hati
2.Hilang kecerdasan
3.Menghilangkan  hafalan
4.Berat melakukan ibadat dan malas belajar
5.Kuat hawa nafsu
6.Membantu syaitan dalam melakukan kedhaliman, khianat, kufur, tidak amanah, adu domba,  kemunafikan, tipu daya, ragu terhadap keesaan Allah, membangkang perintah Allah, lalai dari sunnah Rasulullah SAW.

-Muraqil 'Ubudiah Hal 70 Cet, Haramain




Tingkatan Waliyullah Menurut Kitab Kasyf Al-Mahjub

Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjudul Kasyf Al-Mahjub, mengatakan bahwa wali Akhyar sebanyak 300 orang, wali Abdal sebanyak 40 orang, wali Abrar sebanyak 7 orang, wali Autad sebanyak 4 orang, wali Nuqaba sebanyak 3 orang dan wali Quthub atau Ghauts sebanyak 1 orang. Sedangkan menurut Syaikhul Akbar Muhyiddin ibnu `Arabi dalam kitabnya al-Futuhat al-Makkiyyah membuat pembagian tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut:

1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts adalah wali yang memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.

2. Wali Aimmah Pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Rabbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.

3. Wali Autad Jumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kaabah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.

4. Wali Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu ‘Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.Pada tahun 586. Di Spanyol, Muhyiddin ibnu ‘Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu ‘Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Muâ’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.

5. Wali Nuqabaa jumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqaba melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.

6. Wali Nujabaa Jumlah mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.

7. Wali Hawariyyun Berasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.

8. Wali Rajabiyyun Dinamakan demikian, karena karamahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.Berbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.

9. Wali Khatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd SAW. Jumlah para Aulia yang berada dalam beberapa tempat ada 356 sosok, yang mereka itu ada dalam kalbu Adam, Nuh, Ibrahim, Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan ada 300, 40, 7, 5, 3 dan 1. Sehingga jumlah kerseluruhan 356 tokoh. Hal ini menurut kalangan Sufi karena adanya hadits yang menyebut demikian.

Sedangkan menurut Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu ‘Arabi (menurut beliau muncul dari mukasyafah) maka jumlah keseluruhan Auliya yang telah disebut diatas, sampai berjumlah 589 orang. Diantara mereka ada satu orang yang tidak mesti muncul setiap zaman, yang disebut sebagai al-Khatamul Muhammadi, sedangkan yang lain senantiasa ada di setiap zaman tidak berkurang dan tidak bertambah. Al-Khatamul Muhammadi pada zaman ini (zaman Muhyiddin ibnu ‘Arabi), kami telah melihatnya dan mengenalnya (semoga Allah menyempurnakan kebahagiaannya), saya tahu ia ada di Fes (Marokko) tahun 595 H. Sementara yang disepakati kalangan Sufi, ada 6 lapisan para Auliya, yaitu para Wali: Ummahat, Aqthab, A’immah, Autad, Abdal, Nuqaba dan Nujaba.


Bolehkah mencambuk pemain PUBG ?




Imam As-suyuthi : Maulid Bid’ah Hasanah

Muncul suatu pertanyaan seputar amaliah maulid Nabi di bulan Rabi'ul Awal, apa hukumnya dalam pandangan agama, apakah hal itu terpuji atau tercela, dan apakah pelakunya mendapatkan pahala atau tidak?

Imam As-suyuthi menjawab menjawab:

Menurut saya bahwa substansi dari maulid Nabi yang berupa berkumpulnya orang banyak, mereka membaca Al Quran, membaca kisah-perjalanan Nabi SAW baik saat diutusnya menjadi Rasul sampai hal-hal yang terjadi saat kelahirannya yang terdiri dari tanda-tanda kenabian, dilanjut dengan suguhan hidangan untuk makan bersama dan selesai tanpa ada tambahan lagi, maka hal ini tergolong bid’ah hasanah (hal baru yang baik), dimana pelakunya mendapatkan pahala karena ia mengagungkan Nabi Besar Muhammad SAW, menampakkan rasa gembira dan kebahagiaannya atas kelahiran Nabi SAW yang mulia.

Jawaban ini diperkuat oleh pernyataan Ibnu Taimiyah:

“Mengagungkan Maulid Nabi dan menjadikannya perayaan musiman
telah dilakukan oleh sebagian ulama, dan dia mendapatkan pahala
yang agung karena memiliki tujuan yang baik dan mengagungkan
kepada Rasulullah SAW"

Rujukan :

- Husnul maqashid fi a'mali maulid Hal 3
- Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim juz 2 Hal 126

Mubazir Saat Maulid? Simak Penjelasan Abu MUDI...



Amalan Terhindar Dari Buta Mata

Sungguh betapa besar nikmat yang Allah SWT anugerahkan pada kita, salah satu nikmat tersebut ialah nikmat penglihatan. Mungkin karena kita yang tidak dilahirkan dalam keadaan buta, maka amat sukar bagi kita untuk merasakan dan menyadarinya. Tentang masalah buta ada orang yang memang buta sejak lahir dan adapula yang butanya sesudah lahir bahkan sesudah ia dewasa sekalipun. Dalam hal ini para Ulama terdahulu memberikan satu  amalan  dalam bentuk syair yang  jika dibaca kedua syair ini atas izin Allah matanya tidak akan buta. Kedua syair tersebut adalah:

يَا نَظَرِيَّ بِيَعْقُوْبَ اُعِيْذُ كَمَا       *         بِمَا اسْتَعَاذَ بِهِ اِذْ مَسَّهُ الْكَمَدُ
 قمِيْسُ يُوْسُفَ اِذْ جَاءَ الْبَشِيْرُ بِهِ     *       بِحَقِّ يَعْقُوْبَ اِذْهَبْ اَيُّهَا الرَّمَادَ

Wahai  yang maha memandangku ,aku berdoa dengan sesuatu yang telah berdoa  nabi Ya'kub diketika nabi Ya'kub di sentuh kesedihan

Baju nabi yusuf (yang berlumuran dengan darah ) ketika datang berita gembira ( nabi yusuf masih hidup ) terhadap nabi Ya'kub, dengan hak nabi  Ya'kub, Hilangkanlah penyakit buta

- Bajuri  Hal 176 Juz 2 Cet, haramain

Cara Allah mengabulkan doa hambnya, simak penjelasan Abu MUDI




4 Tips Memadamkan Marah

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW nabi bersabda:

الغضب جمرة تتوقد في قلب ابن ادم

“Marah adalah bara api yg menyala di dalam hati anak adam”

Ketika seseorang marah urat lehernya kembung dua matanya akan memerah, Rasulullah SAW melarang mengumbarkan kemarahan jika bukan karena Allah. Hal ini  seperti sabda beliau لا تغضب "janganlah kamu marah" Didalam kitab Majalisussaniyah disebutkan ada 4 tips yang bisa dilakukan agar bisa memadamkan rasa marah, keempat tips tersebut adalah:

1. Tauhid Haqiqi

Sebab yang paling efektif untuk menahan kemarahan adalah Tauhid haqiqi, yaitu menganggap bahwa yang datang itu dari Allah, sedangkan makhluk hanya sebagai alat dan perantara. Dengan tauhid hakiki ini seseorang akan terhalang dari sifat marah terhadap hal yang dibenci datang menimpanya. Orang ini berangggapan Ketika ada  yang mencaci atau memukul, lalu kita marah kepadanya sama dengan kita marah akan Allah karena semuanya itu tak terlepas dari kehendak Allah SWT sedangkan manusia hanya sebagai perantan.

2. Berlindung dari syaitan

Sebagian dari obat marah juga berlindung kpd Allah dari gangguan syaitan karena  kemarahan itu timbul tak terlepas dari campur tangan syaitan.

3. Berwudhu’

Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW bersabda "sesungguhnya marah itu dari syaithan, dan syaithan itu di ciptakan dari api, yang dapat memadamkan api hanyalah air, maka jika salah seorang kamu marah,maka hendaknya ia berwuzuk”

4. Berpindah ke tempat lain.

Termasuk diantara penghilang marah yaitu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, hal ini kebiaasaanya karena kita akan tetap marah jika masih terlihat orang yang kita marahi.

-Al Majalis As saniyyah Hal 46 Cet, Haramain

* Haruskah mencuci Telur? Simak Penjelasan Abu MUDI dibawah ini




4 Surat Al Quran Pembuka Rizki

Al Imam As Syaikh Nawawi Al Bantani (1813 M -1897 M) menyebutkan didalam sebuah karyanya Maraqil ‘Ubudiyyah agar seyogiyanya seseorang  membaca secara konsisten 4 surat pada waktu sore (sebelum terbenam matahari). Barang siapa yang konsisten membaca keempat itu akan memperoleh rizki layaknya air hujan (tidak terputus-putus). Keempat ayat tersebut adalah Surat Wassyamsi wa Dhuhaahaa, wallaili idzaa yaghsyaa, dan Surat Ma’uzataini (surat Al Falaq & An Naas).

Adapun faedah dari keempat surat tersebut adalah :

• Barang siapa  membaca surat  " وَالشَّمْسِ "  Allah SWT memberikan rizqi berupa pemahaman yang unggul dan kecerdasan didalam semua perkara.

• Barang siapa membaca surat " وَاللَّيْلِ "  Allah akan menjaga seseorang dari terbuka aib

• Barang siapa yang membaca surat " الفَلَقِ " , akan dipelihara dari keburukan.

• Barang siapa membaca surat " النَّاسِ " ,  akan dijaga dari berbagai macam bencana dan dilindungi dari gangguan syaitan


-Maraqil ‘Ubudiyyah Syarah Bidayatil Hidayah, Hal 38 Cet, Haramain

( وَاقْرَأْ قَبْلَ غُرْوْبِ الشَّمْسِ ) أَرْبَعَ سُوَرٍ ( وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالمُعَوِّذَتَيْنِ ) بِكَسْرِ الوَاوِ كَمَا قَالَهُ القُسْطَلَّانِيْ ، فَمَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ " وَالشَّمْسِ " رَزَقَهُ اللّٰهُ الفَهْمَ الذَّكِيَّ وَالفَطَنَةَ فِيْ جَمِيْعِ الْأَشْيَاءِ ، وَمَنْ تَلَا سُوْرَةَ " وَاللَّيْلِ " حُفِظَ مِنْ هَتِكِ السَّتْرِ ، وَمَنْ تَلَا سُوْرَةَ " الفَلَقِ " وُقِيَ السُّوْءَ وَمَنْ تَلَا سُوْرَةَ " النَّاسِ " عُصِمَ مِنَ البَلَايَا وَأُعِيْذَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، وَمَنْ دَاوَمَ عَلَي قِرَاءَتِهَا كَانَ رِزْقُهُ كَالْمَطَرِ


?,,Bagaimana niat yang benar dalam shalat






Fatwa Ulama: Bolehkah Anak Kecil Sebagai Mahram Haji?

Masalah :

Pernah ditanyakan tentang kondisi seorang perempuan yang memiliki anak kecil berusia lima tahun, apakah dengan didampingi anak tersebut bisa melakukan perjalanan untuk haji fardhu?

Jawaban:

Dalam hal ini Abu Zur’ah Ahmad bin ‘Abdul Rahim menjawab : Anak  kecil tidak bisa dijadilan mahram haji dikarenakan perempuan tidak aman melakukan safir didampingi si anak tersebut, maka hal ini dihukumi seperti perempuan yang tidak ada mahram. Walaupun para ulama tidak memperjelas adanya persyaratan Baligh dalam masalah mahram, akan tetapi Baligh dan keamanan saat berjalan merupakan sebuah keharusan. Sekalipun demikian, jika anak kecil itu sudah murahiq (aman melakukan safir dengannya) maka sepantasnya memadai dengan kondisi itu.

-Fatawa al-‘Iraqi Abu Zur’ah Ahmad bin ‘Abdul Rahim bin al-Husain al-‘Iraqi (762-826H) Hal 177 Cet, Darl Fata

مسألة [ 14 ] : سئلت عن امرأة لها ابن صغير عمره خمس سنين ، هل يكتفى به في سفرها معه لحج الفرض ؟ فأجبت : بأن المذكور لا تأمن معه على نفسها ، فهو كالمعدوم ، وإن كانوا لم يصرحوا باشتراط البلوغ في المحرم ، لكن ما ذكرته لا بد منه ، والمعنى يدل عليه ، نعم إن كان مراهقاً ذا وجاهة بحيث تأمن معه على نفسها لاحترامه فينبغي أن يُكتفى به ، والله أعلم


Simak Penjelasan Abu MUDI  dipengajian TASTAFI Mereudu (kitab Al-Mahalli jilid 1 pada bagian Muqaddimah) Pidie Jaya :



Perbedaan Ayat Makkiyyah Dan Madaniyyah

Al Quran diturunkan dalam dua masa, yakni masa sebelum nabi hijrah ke Madinah (ketika nabi menetap di Mekkah) ini yang dinamakan dengan ayat Al makki karena nisbatnya kepada mekkah. Adapun yang kedua masa disaat nabi sudah hijrah ke Madinah dimana ayat ayat Allah yang turun disaat itu dinamakan ayat Al madani karena nisbatnya kepada kota Madinah. Ayat Makki dalam Alquran jika dikalkulasikan sekitar 19/30 nya Al Quran, sedangkan ayat Madani sekitar 11/10 nya Al Quran.

Jumlah surat Makki dan Madani 

Adapun surat-surat Madani dalam Al Quran adalah : Surah Al Baqarah, Ali Imran, Annisa’, Al Ma’idah, Al Anfal, At-Taunah, Al Hajj, An Nur, AL Ahzab, Al Qital, AL Fath, Al hujurat, Al Hadid, Al Mujadalah, Al Hasyr, Al Mumtahinah, As-shaf, Al Jumu’ah, Al Munafiqun, At Taghabun, At Thalaq, At Tahrim dan surah Iza Jaa Nashrullahi Wal Fath (An Nashr). Selain surat-surat ini semuanya tegolong dalam surat Makki.

Perbedaan Makki dan Madani

Secara Umum ayat Makki dan Madani itu bisa dibedakan dengan 3 hal :

1. Ayat-ayat Makki secara global lebih pendek-pendek dibandingkan ayat Madani, hal itu terbukti surat Madani itu bahwa surat Madani yang lebih dari 11/30 nya Al Quran, jumlah ayat-ayatnya hanya 1456, yang mana ayat-ayat itu seperempatlebih sedkit dari seluruh ayat Al Quran.

2. Khitab (pembicaraan) terhadap orang banyak pada ayat-ayat madani biasanya dikhitabkan dengan ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) sangat sedikit dengan khitab (يَا أَيُّهَا النَّاسُ). Adapun ayat-ayat Makki sebalik demikian dan tidak pernah dijumpai dalam surat-surat Makki yang dimulai dengan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا). Adapun dalam surat Madani ada dijumpai (يَا أَيُّهَا النَّاسُ) sebanyak tujuh kali.

3. Ayat-ayat Makki tidak dirincikan pembinaan hukum akan tetapi pad ayat-ayat itu di bahas tentang maksud awal agama yaitu mengesakan Allah SWT, dalil-dalil wujud Allah dan memberi kabar takut tentang azab, kondisi hari kiamat dan mengajak ummat agar berakhlak yang baik.


Buku Biografi ABON ABDUL AZIZ (GURU BESAR ULAMA ACEH)

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja